Definisi Akuntansi adalah Suatu seni proses pencatatan, penggolongan, dan peringkasan/pengiktisaran dalam hal-hal yang signifikan dan bernilai uang, transaksi-transaksi dan bukti-bukti yang sekurang-kurangnya bersifat keuangan serta penyajian hasil transaksi – transaksi keuangan suatu Entitas(Badan) ke dalam suatu Laporan Keuangan, agar hasil yang dicapai dengan mudah dapat diinterpretasikan.

Proses Akuntansi adalah sebagai berikut :

Bukti Transaksi   >  Dicatat ke dalam Buku Jurnal Khusus  > Buku Jurnal khusus ( yaitu : Buku Kas, Buku Pembelian, Buku Penjualan, Buku Bank, Buku Persediaan dan Buku Memorial)  >  Posting   >   Buku Besar  >  Neraca Saldo   >  Laporan Keuangan (teridiri dari : Laporan Laba Rugi, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan)

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang proses akuntansi, dan karena ini pelatihan untuk wirausahawan/pebisnis, saya hanya akan menjelaskan sedikit tentang penggolongan jenis orang yang ada dalam dunia bisnis(Cashflow Quadrant).

Dalam dunia Bisnis, Seseorang dapat digolongkan menjadi 4 golongan, yaitu :

E   =   mewakili golongan jenis orang “Employee(Pegawai)” yang berada di sisi kiri atas kuadran B/I

S = mewakili golongan jenis orang “ Self – Employed/Small Business ( pekerja lepas/bisnis kecil” yang berada di sisi kiri bawah kuadran B/I

B =    mewakili golongan jenis orang “ Business Owner (Pemilik Bisnis)” yang berada di sisi kanan atas kuadran B/I

I =     mewakili golongan jenis orang “ Investor (Penanam Modal)” yang berada di sisi kanan bawah kuadran B/I

Perbedaan sisi kiri Quadran yang diwakili oleh E dan S dan sisi kanan Quadran yang diwakili oleh B dan I adalah sebagai mana kisah berikut ini :

Zaman dahulu kala ada sebuah desa kecil yang indah. Tempat itu sangat menyenangkan, sayangnya di sana ada sebuah masalah. Desa itu tak punya air jika hujan tidak turun. Untuk menuntaskan masalah itu selamanya, para tetua desa memutuskan menawarkan kontrak bagi pengiriman air harian kesana. 2(dua) orang mengajukan diri melakukan tugas itu dan para tetua desa memberikan kontrak itu kepada mereka berdua. Mereka merasa bahwa persaingan akan menekan harga hingga tetap rendah dan menjamin persediaan cadangan air.

Orang pertama yang mendapat kontrak itu, Amin, langsung berlari pergi, membeli dua ember baja dan mulai berlari bolak – balik menyusuri jalan setapak menuju danau yang jaraknya 1 ½ Kilometer dari desa. Ia langsung mulai menghasilkan uang saat bekerja keras dari pagi hingga petang, mengangkut air dari danau dengan kedua embernya. Ia menuangkannya ke dalam tangki penyimpanan yang terbuat dari beton yang telah dibangun penduduk desa tersebut. Setiap pagi ia harus bangun sebelum yang lain, supaya bisa memastikan ada cukup air bagi penduduk desa saat mereka memerlukannya.Ia harus bekerja keras, tapi ia sangat senang karena bisa menghasilkan uang dan mendapatkan salah satu kontrak eksklusif dalam bisnis penyediaan air itu.

Pemegang kontrak kedua, Aman, beberapa saat menghilang. Ia tidak terlihat selama berbulan –bulan, yang membuat Amin sangat bahagia karena ia jadi tidak mempunyai saingan. Amin mendapatkan semua pemasukan.

Bukannya membeli 2(dua) ember untuk bersaing dengan Amin, Aman membuat rencana usaha, mendirikan perusahaan, mendapatkan 4(empat) penanam modal, mengangkat seorang presiden eksekutif untuk melakukan pekerjaannya, dan kembali 6(enam) bulan kemudian dengan kru bangunan. Dalam waktu 1(satu) tahun timnya telah membangun jaringan pipa baja anti karat bervolume besar yang menyambungkan desa dengan danau.

Pada pesta pembukaan, Aman mengumumkan bahwa airnya lebih bersih daripada air Amin. Aman tahu ada banyak keluhan tentang kotoran dalam air Amin. Aman juga mengumumkan bahwa ia bisa memasok air untuk desa selama 24 jam sehari, 7(tujuh) hari seminggu. Amin hanya bisa mengantarkan air pada hari kerja … ia tidak bekerja pada akhir pecan. Lalu Aman mengumumkan bahwa ia akan memberikan harga 75 % lebih murah dari pada Amin untuk sumber airnya yang berkualitas lebih tinggi dan lebih bisa diandalkan. Penduduk desa bersorak sorai dan langsung berlari ke kran di ujung saluran pipa Aman.

Supaya bisa bersaing, Amin langsung menurunkan harganya sebanyak 75 %, membeli 2 ember lagi, menambahkan penutup pada ember-embernya, dan mulai mengangkut 4 ember 1 kali jalan. Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, ia mempekerjakan 2 anak laki-lakinya untuk membantunya melakukan giliran kerja malam dan pada akhir pecan. Ketika mereka pergi bersekolah di Perguruan Tinggi, ia berkata pada mereka “Cepatlah kembali karena suatu saat bisnis ini akan menjadi milik kalian”. Entah kenapa, setelah lulus Perguruan Tinggi, kedua putranya tak pernah kembali. Akhirnya Amin mendapat masalah-masalah kepegawaian, serikat buruh menuntut kenaikan gaji, peningkatan tunjangan, dan ingin anggotanya hanya mengangkut 1 ember sekali jalan.

Aman, dilain pihak, sadar bahwa jika desa itu membutuhkan air berarti desa-desa yang lain juga membutuhkannya. Ia menulis ulang rancangan bisnisnya dan pergi untuk menjual system penyaluran air bersihnya yang berkecepatan tinggi, bervolume besar, dan berbiaya rendah ke desa-desa di seluruh dunia. Ia hanya mendapat keuntungan 1 penny untuk setiap ember air yang disalurkan, tapi ia mengirimkan miliaran ember air setiap hari, dan semua uang itu mengalir ke dalam rekening banknya.Aman telah membangun saluran pipa untuk mengalirkan uang bagi dirinya selain untuk menyalurkan air ke desa-desa. Aman hidup bahagia selamanya, dan Amin bekerja keras seumur hidupnya dan selalu mempunyai masalah financial.

Diseluruh Cashflow Quadrant, penulis selalu menekankan pentingnya Kecerdasan Fiancial. Untuk bisa beroperasi di sisi kanan kuadran atau menjadi B dan I, anda harus bisa mengendalikan ke arah mana cash flow anda mengalir. Kecerdasan financial bisa diperoleh dengan tahu dan mengerti tentang Laporan Keuangan, yang terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas(Cash Flow).

Materi Laporan Keuangan (Neraca, Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus kas adanya di Akuntansi.

Agar berhasil dalam bisnis, seorang B sejati mempunyai ketrampilan kepemimpinan dan ketrampilan teknis berbisnis. Ketrampilan kepemimpinan adalah ketrampilan kemampuan membangkitkan kemampuan terbaik orang, dan ketrampilan teknis berbisnis yang diperlukan untuk menjadi berhasil dalam bisnis adalah membaca laporan keuangan, pemasaran, penjualan, akuntansi, manajemen, produksi, negosiasi, dan cara bekerja sama.

Proses Akuntansi bermula dari Transaksi. Transaksi adalah Even/Peristiwa yang terjadi, bernilai uang/setara uang dan berdampak terhadap keuangan perusahaan yang mengakibatkan berubahnya posisi keuangan perusahaan.

Agar memudahkan dalam mengingat dan membukukan, biasanya transaksi terekam/tercatat dalam Bukti transaksi/Events.

Bukti Transaksi/Events adalah Tanda kejadian yang dapat diidentifikasi yang mempengaruhi perusahaan. Seperti kwitansi untuk merekam/mencatat transaksi penerimaan uang dari seseorang kepada orang lain, Faktur penjualan untuk merekam/mencatat transaksi penjualan barang dan lain – lain.

Dari bukti transaksi, transaksi –transaksi tersebut dicatat/dijurnal ke dalam Buku – buku Jurnal Khusus, biasanya buku- buku jurnal khusus yang lajim digunakan oleh perusahaan adalah buku Jurnal Kas, Buku Jurnal Bank, Buku Jurnal Pembelian, Buku Jurnal Penjualan, Buku Jurnal Persediaan dan Buku Jurnal Memorial. Buku – buku jurnal khusus yang digunakan oleh perusahaan tergantung kebutuhan dan besar/kecilnya perusahaan.

Setelah dicatat ke buku – buku jurnal khusus, proses selanjutnya adalah membukukan/posting transaksi tersebut ke dalam Buku Besar/Ledger.

Definisi Posting adalah Proses memindahkan informasi dari buku- buku jurnal khusus ke buku besar/ledger sesuai dengan perkiraan/account yang cocok.

Ringkasan informasi buku besar dituangkan dalam Neraca Saldo. Neraca Saldo adalah Daftar ringkasan yang menunjukkan persamaan antara debits dan credit dari semua perkiraan yang ada di buku besar.

Proses terakhir dari Akuntansi adalah penyusunan Laporan Keuangan.

Definisi Laporan Keuangan yaitu “ Laporan yang menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya, yaitu kelompok yang berkaitan dengan pengukuran posisi keuangan, kelompok yang berkaitan dengan pengukuran kinerja dan kelompok yang berkaitan dengan pengukuran cash flow”.

Laporan Keuangan terdiri dari :

  • Neraca
  • Laporan Laba Rugi
  • Laporan Arus Kas

Karena anda semua adalah wirausahawan/pebisnis, maka ijinkanlah pada kesempatan ini penulis akan menjelaskan tentang pentingnya Laporan Keuangan bagi kelangsungan bisnis/usaha anda. Laporan Keuangan yang terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas, oleh sebagian kalangan pebisnis/wirausahawan diistilahkan sebagai “Permadani Ajaib”.

Kenapa disebut Permadani Ajaib ? , karena Laporan tersebut seakan-akan membawa seorang pebisnis/wirausahawan ke dalam seluk beluk usaha manapun, real estate manapun dan negeri manapun di dunia ini. Rasanya seperti mengenakan masker untuk menyelam dan langsung melihat ke bawah permukaan air. Masker itu yang melambangkan Laporan Keuangan, memungkinkan  seorang pebisnis/wirausahawan melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi dibawah permukaan air. Laporan Keuangan juga bisa diibaratkan memiliki penglihatan sinar X Superman. Daripada melompati gedung yang tinggi, orang yang melek financial bisa melihat apa yang terjadi dibalik dinding-dinding tebal suatu bangunan.

Alasan lain seorang pebisnis/wirausahawan menyebut Laporan Keuangan permadani ajaib adalah karena mereka membebaskan seorang pebisnis/wirausahawan untuk melihat dan melakukan begitu banyak hal di begitu banyak bagian di dunia ini, hanya dengan duduk dimeja seorang pebisnis/wirausahawan. Seorang pebisnis/wirausahawan bisa berinvestasi di begitu banyak bagian dunia atau hanya di halaman belakang rumah seorang pebisnis/wirausahawan dengan pengetahuan dan wawasan yang jauh lebih besar. Meningkatkan pengetahuan financial seorang pebisnis/wirausahawan mengurangi resiko seorang pebisnis/wirausahawan dan meningkatkan perolehan investasi-investasi seorang pebisnis/wirausahawan.

Laporan Keuangan memungkinkan seorang pebisnis/wirausahawan melihat apa yang tidak terlihat oleh investor biasa. Itu bisa memberi seorang pebisnis/wirausahawan control atas keuangan pribadi seorang pebisnis/wirausahawan, dan memungkinkan seorang pebisnis/wirausahawan pergi kemanapun seorang pebisnis/wirausahawaningin pergi dalam hidupnya. Memegang control atas Laporan –laporan Keuangan juga memungkinkan seorang pebisnis/wirausahawan mengelola aneka bisnis tanpa secara fisik hadir dalam bisnis itu.

Memahami sepenuhnya Laporan Keuangan adalah salah satu kunci yang penting bagi seorang kuadran S untuk bergerak menuju kuadran B.

Neraca adalah Daftar yang menyajikan sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur pengukuran posisi keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar.

Unsur yang berkaitan dengan pengukuran posisi keuangan adalah :

1.    Aktiva;

2.    Liabilities/Kewajiban;

3.    Ekuitas/Modal

Definisi Aktiva menurut akuntansi adalah  “Sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan”.

Sedangkan definisi Aktiva menurut istilah seorang pebisnis/wirausahawan  adalah “ Sesuatu yang dapat memasukkan uang ke kantong seorang pebisnis/wirausahawan”.

Liabilities menurut akuntansi adalah  “ Hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi”.

Menurut istilah seorang pebisnis/wirausahawan, Liabilities adalah “Sesuatu yang mengambil uang dari  kantong seorang pebisnis/wirausahawan”.

Ekuitas menurut akuntansi adalah “ Hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi Liabilities”.

Menurut istilah seorang pebisnis/wirausahawan sesuatu dianggap sebagai Aktiva atau Liabilities, ukurannya adalah Arus Kas/Cash Flow.

Hal yang membingungkan/kekacauan terjadi karena metode akuntansi yang diterima umum memungkinkan kita mencantumkan baik Aset maupun Liabilities di bawah kolom Aset.

Laporan Laba Rugi adalah “Daftar yang menyajikan sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur pengukurankinerja keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar”.

Laporan Arus Kas adalah “Laporan yang menggambarkan arus masuk dan arus keluar kas atau setara Kas”.

Laporan Arus Kas dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai untuk mengevaluasi perubahan dalam Aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan(termasuk lkuiditas dan solvabitilas) dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang.

Informasi Arus Kas juga berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan memungkinkan para pemakai mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan(future cash flows) dari berbagai perusahaan.

Sebagai kata terakhir dari saya bahwa “Tantangan bagi seorang Wirausahawan/Enterpreneur sejati adalah bagaimana membuat kolom Aset di Neraca tanpa mengeluarkan uang dari kantong sendir(Uang/Modal dari oaring lain)”.

About akangheriyana

Im fun. Im cool. Im Confident. Im Akang Heriyana..

One response »

  1. Mr WordPress mengatakan:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s