Definisi yang sangat sederhana tentang INVESTASI adalah Rencana yang sangat pribadi tentang CARA PENGELOLAAN FINANCIAL/KEUANGAN SESEORANG dari titik financial/keuangan seseorang sekarang ke titik financial/keuangan yang seseorang inginkan entah kapan di masa mendatang..

Jika menyangkut masalah uang dan investasi, orang mempunyai berbagai pilihan fundamental untuk Investasi, yaitu:

1) Investasi untuk keamanan secara keuangan;

2) Investasi untuk kenyamanan secara keuangan;

3) Investasi untuk kaya secara keuangan.

Hal-hal yang harus diinvestasikan terlebih dahulu sebelum kita bias berinvestasi untuk kaya secara keuangan adalah :

1) Investasi kepada PENDIDIKAN (EDUCATION);

2) Investasi kepada PENGALAMAN (EXPERIENCE);

3)Investasi kepada UANG BERLIMPAH (EXCESSIVE CASH)/MEMBANGUN PONDASI KEKAYAAN

Belajar berinvestasi adalah sama dengan kita belajar naik sepeda, hanya kita yang bias belajar naik sepeda, seseorang tidak dapat mengajar kita naik sepeda. Belajar naik sepeda menuntut resiko usaha dan kekeliruan serta bimbingan yang tepat, begitu pula dengan berinvestasi menuntut pula resiko usaha, kekeliruan dan bimbingan yang tepat.

Dasar menjadi Investor adalah belajar bagaimana MEMBUAT UANG KITA BEKERJA KERAS UNTUK KITA dan TAHU CARA UANG BEKERJA untuk kita.

Investasi adalah pemahaman mengenai proses berpikir kita dan rencana investasi kita dan dimulai dengan mempersiapkan diri secara mental dan mengendalikan diri kita sendiri. Pada dasarnya, investasi DIMULAI dan DAKHIRI dengan PENGUASAAN DIRI SENDIRI, yaitu memilih dan membuat keputusan antara pekerjaan yang mapan dan membangun pondasi kekayaan, yang merupakan PROSES INVESTASI YANG SEBENARNYA.

Uang dan Investasi hanyalah SEBUAH GAGASAN, apapun realitas kita tentang uang dan investasi dalam pikiran atau gagasan kita, begitu pula realitas kita tentang uang dan investasi di luar pikiran/gagasan kita. Kita tidak dapat mengubah realias luar kita sebelum terlebih dahulu mengubah realitas bathin atau pikiran kita mengenai uang dan investasi.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang investasi, penulis hanya akan menjelaskan sedikit tentang penggolongan jenis orang yang ada dalam dunia bisnis(Cashflow Quadrant).

Dalam dunia Bisnis, Seseorang dapat digolongkan menjadi 4 golongan, yaitu :

E   =   mewakili golongan jenis orang “Employee(Pegawai)” yang berada di sisi Kiri atas Kuadran  Cashfow

S = mewakili golongan jenis orang “ Self – Employed/Small Business ( pekerja lepas/bisnis kecil)” yang berada di sisi Kiri Bawah Kuadran Cashflow

B =    mewakili jgolongan enis orang “ Business Owner (Pemilik Bisnis)” yang berada pada sisi Kanan Atas Kuadran Cashflow

I =     mewakili golongan jenis orang “ Investor (Penanam Modal)”  yang berada pada sisi Kanan Bawah Kuadran Cashflow

Perbedaan sisi kiri Quadran yang diwakili oleh E dan S dan sisi kanan Quadran yang diwakili oleh B dan I adalah sangat besar karena menyangkut perbedaan pola pikir (mindset) seseorang.

Untuk mendapatkan hasil Investasi yang lebih besar, kita membutuhkan :

1) Ketrampilan yang lebih besar;

2) Perlu kreatif;

3) Kooperatif;

4) Mempunyai kemampuan financial dan bisnis yang bagus.

Investasi mensyaratkan pentingnya rencana keuangan untuk masa/saat :

a) Ketika kita tidak mempunyai cukup uang untuk Investasi;

b) Ketika kita mempunyai terlalu banyak uang untuk Investasi;

Semakin banyak ketrampilan keuangan yang kita miliki, semakin kaya pula kita dalam hidup kita. Dengan ketrampilan keuangan yang semakin banyak member kita kekuatan untuk MERAIH PELUANG dan MENGUBAHNYA menjadi hasil yang berlimpah.

Investasi itu seperti kta merencanakan suatu perjalanan dari Bandung ke Medan. Jelas, kita tahu bahwa untuk jalur pertama perjalanan kita, sepeda dan mobil tidak akan memadai. Itu berarti kita membutuhkan Kapal Laut atau Pesawat Terbang untuk menyeberangi laut, semuanya KENDARAAN yang berbeda dan yang satu tidak lantas berarti lebih baik dari yang lain.

Seorang Investor Sejati tidak terikat pada KENDARAAN atau PROSEDUR – PROSEDUR INVESTASI. Investor Sejati mempunyai Rencana dan mempunyai aneka pilihan mengenai kendaraan-kendaraan dan prosedur-prosedur Investasi.. Investor Sejati hanya ingin bergerak dari titik A ke titik B dengan aman dan dalam rentang waktu yang dikehendaki. Agar kita berhasil dalam Investasi dan menjadi Kaya adalah pertama-tama meningkatkan kosa kata keuangan, mencakup kosa kata Investasi, Keuangan, Uang, Akuntansi, Hukum Dagang dan Perpajakan.

Investasi adalah suatu rencana, proses menjadi kaya yang sering kali membosankan, tidak menggairahkan dan nyaris mekanis, yang terdiri dari Formula-formula dan Strategi-strategi. Suatu system untuk menjadi kaya yang hamper pasti, karena resiko selalu ada.

Investasi sama dengan resep membakar roti, yang sama-sama membosankan dan sederhana. Ikuti saja rencananya, resepnya, dan formulanya..

Formula Investasi untuk kaya adalah rencana yang sangat membosankan dan kebanyakan orang cepat bosan dan berhenti mengikuti rencana/formula tersebut, dan formula tersebut sesungguhnya ada pada Permainan Anak-anak yaitu PERMAINAN MONOPOLY, yang MEMBELI EMPAT RUMAH KACA dan kemudian MENUKARKAN ke-4 Rumah tersebut dengan SEBUAH HOTEL BERCAT MERAH dalam DUNIA NYATA. Formula tersebut menjadi otomatis da kita dapat melakukannya sambil tidur dan tanpa banyak berpikir. Investasi dan usaha menjadi kaya itu otomatis, jika kita punya strategi sederhana dan mengikutinya.

Aturan terbaik Investasi adalah menjadikan segala sesuatu SEDERHANA; Jalan menuju kesuksesan Investasi adalah dengan mempelajari hasil-hasil jangka pajang dan menemukan suatu strategi atau sekelompok strategi yang nalar, dan bertahanlah di jalan itu serta harus mengamati seberapa baik kinerja strategi-strateginya, bukan kinerja saham-saham atau nilai jual Propertinya.

Formula Investasi yang telah menciptakan orang kaya dalam jangka waktu panjang adalah MEMBANGUN PERUSAHAAN – PERUSAHAAN dan membuat PERUSAHAAN – PERUSAHAAN MEMBELI Real Estate dan Aset-aset Surat Berharga serta Bisnis-bisnis lain.

Asuransi adalah produk yang sangat penting dalam Investasi atau Rencana Pribadi kita, karena masalahnya kita tidak bias membeli Asuransi pada saat kita membutuhkannya. Jadi Kita harus mengantisipasi apa yang kelak kita butuhkan dan membelinya dengan harapan kita tidak akan pernah membutuhkannya, asuransi membuat kita tentram dan focus pada Strategi-strategi Investasi yang telah kita rencanakan.

Langkah-langkah dalam berinvestasi dan menemukan rencana keuangan kita adalah :

  • Mencari Penasehat Keuangan yang Profesional dan Kapabel.
  • Menetapkan tujuan-tujuan yang realistis, mengenali tujuan-tujuan yang akan berubah ketika kita berubah dan tetap bertahan dalam rencana tersebut;
  • Menyadari bahwa Investasi adalah olah raga tim, dan membentuk tim keuangan yang terdiri dari perencana keuangan, bankir, Akuntan, Pengacara, Pialang, Pegawai Pembukuan/Akuntansi, agen asuransi, dan pembimbing yang sukses

Terlepas dari apakah kita bekerja untuk orang lain atau bekerja untuk diri kita sendiri, jika kita ingin kaya dan terjamin hidupnya kta seharusnya sudah mulai mengurusi bisnis dan investasi kita sendiri. Dalam mengurusi Bisnis atau Investasi kita sendiri dan anggap kita telah mempunyai bisnis atau Investasi sendiri, rencana yang paling efektif bagi kita kan perlahan-lahan muncul, dan bersabarlah serta ambil satu langkah setiap hari, niscaya kita akan mendapatkan peluang bagus untuk mendapatkan segala yang kita inginkan dalam hidup kita.

Investasi adalah sekali lagi merupakan suatu rencana pribadi seseorang dari satu titik keadaan keuangan sekarang ke titik keadaan keuangan di masa depan, atau dari keadaan keuangan sekarang yang serba kekurangan uang ke tujuan keamanan keuangan, kemudian tujuan kenyamanan keuangan dan akhirnya ke tujuan kebebasan keuangan, yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut :

–  Menentukan rencana keuangan tertulis untuk keamanan keuangan sepanjang hidup, dan memang rencana untuk keamanan keuangan sepanjang hidup harus MEKANIS, OTOMATIS dan MEMBOSANKAN;

–  Menentukan rencana keuangan tertulis untuk kenyamanan keuangan;

–  Menentukan rencana keuangan tertulis untuk mejadi kaya.

Salah satu penemuan terpenting yang bias diperoleh seseorang dengan meluangkan waktu untuk memikirkan bagaimana menyusun rencana adalah menyadari apa yang secara keuangan mungkin bagi hidup mereka, dan ini adalah karunia yang tidak ternilai harganya.. Proses perencanaan yang berkesinambungan itu membuat kita awt muda danalasan kita membuat rencana keuangan dan investasi adalah agar kita mencari tahu apa yang secara keuangan mungkin bagi hidup kita.

Setiap rencana dalam dunia Investasi ada HARGANYA, Dan Harga tidak diukur dengan Uang, sebetulnya Harga itu diukur dengan WAKTU. Dan diantara Aset Waktu dan uang, Waktulah yang merupakan Aset yang lebih berharga.

Pikirkan itu lebih seperti MEMBELI WAKTU daripada menghemat waktu. Dan pada saat kita mulai menganggap Waktu BERHARGA dan bahwa Waktu MEMPUNYAI HARGA, maka kita juga akan semakin kaya dan makmur. Kita bias berinvestasi agar aman dan nyaman dengan menggunakan system atau rencana otomatis..

Jika kita punya rencana Investasi Kaya atau Makmur, kita harus berinvestasi dalam sesuatu yang lebih berharga dari Uang, dan itu adalah Waktu. Kita harus menginvestasikan Waktu jauh lebih banyak daripada yang bias kita kerjakan di kedua tingkatan tujuan investasi lainnya ( tujuan ingin aman dan nyaman dalam keuangan), itu merupakan Keputusan Pribadi yang harus dibuat oleh kita semua.

Jika berencana berinvestasi, jadikan Kuadran I (Investor) yang terpenting, bukan yang lain. Pilihlah untuk menjedi Investor, karena kita akan mengusahakan agar uang kita bekerja untuk kita, sehingga kita tidak perlu bekerja dan jika kita perlu bekerja, hanya memang kita ingin bekerja.

A.   ATURAN – ATURAN DASAR  INVESTASI

1.    Selalu mengetahui kita bekerja untuk PENDAPATAN MACAM APA

Ada 3 (tiga) macam jenis Pendapatan, yaitu  :

  •  Earned Income (Pendapatan Hasil Keringat), adalah pendapatan yang biasanya berasal dari pekerjaan atau sesuatu bentuk tenaga kerja;
  •  Portofolio Income, adalah pendapatan yang biasanya berasal dari Aset Surat-surat Berharga, seperti pendapatan bunga, devidan, bagi hasil dari Saham/Obligasi/Reksadana, SUN/Sukuk/Deposito dll;
  • Passive Income, adalah merupakan pendapatan yang biasanya berasal dari Investasi di Real Estate, Royalty, paten, Lisensi dan Bisnis.

Kita seharusnya akan bekerja keras untuk mencari Pendapatan Portofolio dan Pendapatan Passive, jika kita ingin kaya.

2.  Mengubah Pendapatan Hasil Keringat menjadi Pendapatan  PORTOFOLIO atau Pendapatan  PASIF dengan  CARA SEEFESIAN MUNGKIN

PENDAPATAN HASIL KERINGAT    >  1.   PENDAPATAN PASIF DARI PROPERTY/BISNIS

                       2.  PENDAPATAN PORTOFOLIO DARI SURAT BERHARGA

3. Mengamankan Pendapatan hasil keringat kita dengan jalan MEMBELI SUATU SEKURITAS yang kita harapkan mengubah Pendapatan Hasil Keringat menjadi PENDAPATAN PASIF atau PENDAPATAN PORTOFOLIO.

Sekuritas tidak harus merupakan Aset. Definisi sekuritas adalah sesuatu yang kita harapkan akan mengamankan uang kita, dan biasanya sekuritas diikat erat-erat dengan Peraturan-peraturan Pemerintah. Banyak Investor biasa tidak dapat membedakan antara sekuritas dengan Aset. Banyak orang termasuk professional, tidak tahu perbedaannya dan setiap orang banyak yang menyebut Sekuritas itu Aset.

Dan ingat definisi dasar tentang Aset, yaitu Aset adalah sesuatu yang memasukkan uang ke saku atau rekening atau kolom pendapatan kita, dan Liabilities adalah sesuatu yang mengeluarkan uang dari kantong atau rekening atau kolom pengeluaran kita, dan ini hanyalah masalah pengetahuan keuangan dasar. Setelah itu, sekarang tinggal tergantung pada Investornya sendiri, Sekuritas mana merupakan Aset dan Sekuritas mana yang merupakan Liabilitas.

SEKURITAS (SAHAM/OBLIGASI/PROPERTY DLL)  >   ASET DAN PEMASUKAN

4. Investor sendirilah yang merupakan Aset atau Liabilitas

Investorlah yang penuh resiko, bukan Investasinya. Sungguh investor yang baik suka mengekor di belakang Investor beresiko, karena disitulah diketemukan Hasil Investasi yang lumayan bagus.

Sebagai Investor, kita seharusnya lebih suka mendengar cerita tentang kesedihan dan kesengsaraan, karena disitulan ada keuntungan. Sebagai seorang yang beroperasi di sisi B dan I Kanan Kuadran, kita ingin menemukan sekuritas-sekuritas yang merupakan Liabilitas dan mengubahnya menjadi Aset.

5. Seorang investor sejati siap menghadapi apa pun yang terjadi

Orang yang bukan Investor berusaha meramalkan apa yang akan terjadi dan kapan terjadinya. Kebanyakan Investasi yang akan membuat kita Kaya raya muncul dalam waktu singkat, seperti selama beberapa saat di dunia perdagangan, dan peluang yang terbuka selama bertahun-tahun untuk dunia Real Estate atau Bisnis. Tetapi, terlepas dari berapa lama kesempatan itu terbuka, jika kita tidak mempunyai pendidikan tentang Investasi dan keuangan, pengalaman di dunia Investasi dan uang ekstra, maka kesempatan itu akan lewat begitu saja bagai air yang mengalir.

Oleh karena itu, cara kita menyiapkan diri adalah dengan harus memperhatikan dan mencermati apa yang sudah dicari oleh orang lain. Contohnya jika kita ingin membeli saham, maka pertama-tama kita tahu cara atau belajar cara mengenali keuntungan dalam saham, jika kita ingin berinvestasi dalam Real estate, maka caranya dengan mempelajari cara mengenali keuntungan dalam investasi di Real Estate. Dan semuanya dimulai dengan melatih otak kita untuk mengetahui apa yang harus dicari dan bersiap-siap mengahadapi saat Investasi itu disodorkan kepada kita. Dan Investasi persis seperti permainan sepak bola, kita bermain terus tanpa henti, dan tiba-tiba muncul kesempatan untuk menendang bola ke gawang dan jika tembakan kita melesat, baik dalam sepak bola atau Investasi, akan selalu ada saat lain untuk menembak, dan untungnya jumlah kesempatan makin bertambah dari hari ke hari, untuk itu pertama-tama kita harus memilih permainan kita dan belajar memainkan permainan itu sebaik mungkin.

Jika kita bagus di sisi B/I kanan Kuadran Kas Flow, kita punya lebih banyak waktu dan kesempatan untuk mengamati jenis-jenis Investasi, dan kepercayaan kita menjadi lebih tinggi, karena kita tahu bahwa kita bias mengambil transaksi jelek yang ditolak oleh kebanyakan orang, dan kemudian mengubahnya menjadi transaksi bagus, itu hanya bias terjadi jika kita siap, dan biasanya setiap hari aka nada transaksi bagus yang disodorkan kepada kita. Danbanyak orang ketika dihadapkan pada sebuah peluang Investasi yang bagus, justru mundur dari Investasi itu, karena rasa khawatir dan mereka mulai meramalkan bencana yang akan terjadi.

Salah satu dasar untuk men jadi Investor yang baik adalah siap manrik keuntungan ketika pasar bergerak naik atau bergerak turun. Dalam kenyataannya, para Investor terbaik meraup uang lebih banyak justru ketika pasar menurun, karena pada saat pasar menurun dan jatuh lebih cepat daripada naiknnya. Dan jika kita tidak terlindungi dari kedua hal tersebut, sebagai Investor kita akan menanggung resiko terlalu besar. Jadi bukan Investasinya yang beresiko, tapi Investorlah yang beresiko. Investasi di Property bila dibandingkan dengan Investasi di Saham, mempunyai keuntungan pada sisi perpajakan yang ditawarkan oleh aliran uang dari property yang tidak ditawarkan oleh saham, dan untuk menambah wawasan kita dengan Dunia Investasi yang digeluti oleh sebagian kecil orang atau hanya 20 % dari populasi manusia di bumi, maka kosa kata Investasi, akuntansi, keuangan dan istilah-istilah dan teknik-teknik perdagangan bursa saham, property dan bisnis perlu diketahui oleh Investor, seperti istilah Shorts, Cal Option, Arus Kas dari Arus Kas Property dan lain-lain.

6. Jika kita siap, yang artinya kita mempunyai pendidikan tentang Investasi, keuangan dan akuntansi, dan pengalaman di dunia Investasi, serta kita mendapatkan transaksi yang bagus, maka Uang akan mendatangi kita atau kita akan mendatangi uang tersebut.

Umumnya, dalam Investasi di Property, orang sering mengatakan kunci suksesnya adalah Lokasi. Investor sejati berpikir bahwa dalam realita di dunia Investasi, entah di Property, Bisnis, Waralaba, atau Surat-surat berharga, kuncinya adalah pada Orangnya atau Investornya sendiri. Dan kita sering kali melihat di dunia nyata, bahwa property terbagus dengan berada di lokasi yang sangat bagus, justru kehilangan uang, karena Property tersebut ditangani oleh orang-orang yang tidak tepat.

Tugas utama para Investor adalah meyakinkan agar uang mereka aman. Dan langkah berikutnya, adalah bertindak sebaik mungkin untuk mengubah uang itu atau Investasi dari uang tersebut menjadi arus kas (cash flow) atau Capital Gains (keuntungan atas Modal), hal itu bias terwujud jika kita mengetahui apakah kita atau orang yang kita percayai dengan uang kita atau Investasi kita bias mengubah keamanan tersebut menjadi Aset ataukah akan menjadi Liabilitas, dan yang aman atau beresiko sekali lagi bukan Investasinya, melainkan berpulang pada Investornya.

7. Kemampuan mengevaluasi Resiko dan Imbalan

Investasi adalah subyek yang dasar-dasarnya bisa kita pelajari sepanjang hidup kita, dan untungnya, semakin bagus dasar-dasar yang kita m iliki, semakin banyak uang yang kita hasilkan dan semakin kecil resiko yang kita dapatkan.

Jika rencana Investasi dasar kita untuk menjadi aman dan nyaman secara keuangan tercapai, dan uang yang ditanamkan di sarang Investasi kita berjalan dengan baik, dan kita kebetulan mempunyai uang ekstra yang bias kita investasikan ke Investasi sesuatu yang lebih spekulatif atau kita mempunyai uang yang bias kita korbankan, jika uang kita hilang semua kita hanya menyesali sebentar, tetapi masih bias makan dan menabung lagi, maka kita mulai mengevaluasi resiko dan keuntungan dari Investasi yang lebih spekulatif tersebut.

Contoh dari investasi yang spekulatif tersebut adalah jika kita punya keponakan yang punya gagasan untuk membuat kios pencucian mobil atau bengkel, dia butuh uang untuk modal awal. Hal ini bukan Investasi yang bagus secara financial karena resiko terlalu besar dan keuntungan kecil. Untuk kondisi tersebut diatas Hal terpenting bukanlah terletak pada Laba atas Investasinya, melainkan pada kembalinya Modal Investasi itu sendiri atau keamanan modal. Dan bagaimana jika keponakan kita sudah bekerja di suatu jaringan bengkel selama 15 Tahun dan sudah menjabat Wakil Direktur dari tiap aspek penting bisnis bengkel tersebut dan siap mandiri serta membangun jaringan bengkel di seluruh dunia.

Investasi adalah masalah dan subyek yang dasar-dasarnya bias kita pelajari seumur hidup kita, dan nahwa hal itu kedengarannya kompleks pada walnya dan kemudian menjadi sederhana, hal tersebut terjadi karena semakin kita mampu menjadikan masalah Investasi sederhana atau semakin banyak dasar-dasar yang kita pelajari, semakin kaya pula kita dan semakin kecil resiko kita, dan tantangannya bagi kebanyakan orang adalah Menginvestasikan Waktu untuk mempelajari Investasi dan mencari Pengalaman di dunia Investasi yang serba membingungkan. Cara seorang Investor mengurangi resiko adalah menjaga segala sesuatu tetap sederhana dan memahami dasar-dasarnya.

Mulailah dengan menjalankan rencana-rencana Investasi untuk keamanan dan kenamanan keuangan, dan rencana-rencana itu umumnya seringkali ditangani oleh orang lain yang kita harapkan kompeten dan mengikuti formula umum yang sifatnya otomatis. Kemudian, kita harus membayar harga untuk menjadi seorang Investor yang ingin meraup uang lebih banyak dengan resiko lebih kecil, yaitu WAKTU, karena di dunia Investasi dan Uang Waktu adalah Aset kita yang terpenting. Dan jika kita tidak bersedia menginvestasikan waktu kita, sebaiknya serahkan saja Modal Investasi kita pada orang yang mengikuti rencana Investasi pilihan kita

Oleh karena itu, Kendali nomor satu yang harus kita miliki untuk menjadi seorang Investor adalah Mengendalikan Diri kita sendiri.

Jika kita ingin berinvestasi dengan resiko yang sangat rendah dan hasil yang sangat tinggi, maka kita harus membayar harganya, yaitu mencakup belajar dan banyak belajar tentang dasar-dasar bisnis untuk menjadi pengusaha yang baik dan mengetahui apa yang diketahui oleh pengusaha. Dan jika kita memiliki kemampuan seorang B, kita bias menciptakan usaha kita sendiri sebagai sebuah Bisnis atau menganalisa Bisnis-bisnis lain sebagai Investasi-investasi potensial sebagai seorang I (Investor) Oleh karena itu Investasi Fundamental adalah Investasi sederhana sebagaimana dalam diagram sederhana dari formula dasar yang kita ikuti, yang juga diikuti oleh banyak Investor superkaya, yaitu :

BISNIS     >       PENDAPATAN PASIF                                   >      PENGELUARAN

             >     PENDAPATAN PORTOFOLIO

Membangun suatu Bisnis adalah suatu Investasi yang paling bagus, itu jika kita ingin menjadi Investor Kaya. Karena sekitar 80 % dari orang-orang sangat kaya, mejadi kaya lewat bisnis yang mereka bangun dan alasannya karena orang yang membangun bisnis bisnis selalu menukarkan uang mereka dengan Aset dan mereka lebih menghargai Aset daripada Uang, dan karena itu, yang dilakukan  oleh Investor adalah Menukarkan WAKTU, KEAHLIAN, atau UANG dengan Sekuritas yang mereka harapkan akan menjadi suatu Aset. Investor sejati tahu dan ingat HUKUM GRESHAM, yaitu suatu hukum ekonomi yang menyatakan bahwa uang jelek atau Investasi jelek akan selalu mengsir Uang yang Bagus atau Investasi yang bagus, dan HUKUM GRESHAM berlaku sejak manusia mulai menghargai Uang dan Investasi. Kaum Kaya membeli hal-hal seperti Perusahaan, saham dan Property dengan uang mereka, dan mereka mencari Sekuritas yang aman ketika uang mempunyai nilai real yang semakin merosot, dan itu semua mewajibkan mereka harus tahu perbedaan antara Uang bagus dan uang Jelek, Aset dan Liabilitas. Umumnya orang yang bekerja paling keras mengahadapi kesulitan paling besar untuk maju, akibat dari efak-efek Hukum Gresham.

Investor sejati bekerja keras untuk mendapatkan ketiga Aset atau Sekuritas dasar, yaitu Bisnis, Aset Property dan Portofolio Aset Surat Berharga.

Jika kita hendak terjun di Kuadran B dan I (Investasi kaum Kaya), kita harus tahu cara menjual dan Memasarkan dari Investasi atau Bisnis itu, dan ketrampilan menjual dan memasarkan adalah merupakan ketrampilan dasar yang sangat penting untuk Kuadran B dan I, dan pengetahuan keuangan dasar juga penting untuk Kuadran B dan I, karena dengan memahami dan mempunyai bayangan Laporan Keuangan memungkinkan kita untuk melihat ke dalam suatu Investasi serta melihat Kebenarannya, Faktanya, Kesempatannya dan Resikonya

Maka dari itu, umumnya Bisnis mempunyai Laporan Keuangan (LK), Sertifikat Saham adalah cerminan sebuah LK, Setiap Bidang Property mempuntai LK, bahkan masing-masing dari kita sendiri sebagai Individu mempunyai LK yang melekat pada diri kita, dan pokoknya segala sesuatu tidak peduli itu Bisnis, Property, atau ,Manusia yang mentaransaksikan uang, pasti mempunai Laporan Keuangan, entah meraka sadar atau tidak. Dan orang-orang yang tidak Menyadari Kekuatan Sebuah seringkali mempunyai uang paling sedikit, tetapi menghadapi masalah keuangan paling besar. Kelemahan Investor biasa adalah tidak mengetahui perbedaan sederhana antara Aset dan Liabilitas, Pendapatan hasil Keringat dengan Pendapatan Pasif dan Portofolio, dan tidak tahu dimana merek muncul dan bagaimana mereka mengalir dalam suatu Laporan Keuangan (LK). Dan Investasi Fundamental adalah merupakan Investasi yang didasarkan pengamatan dan evaluasi terhadap Laporan Keuangan suatu Bisnis atau Usaha atau Property.

Investor terlatih, hanya dengan sekilas memandang Laporan Keuangan suatu Usaha atau Bisnis atau Property memperoleh 3 hal penting, yaitu sebagai berikut :

– Dengan pemahaman terhadap keuangan dan melek keuangan, member dia sebuah CHECKLIST mengenai apa yang penting dari Usaha atau Bisnis atau Property tersebut, dan bias mengamati tiap baris dari LK serta ,menyimpulkan apa yang tidak dikerjakan dengan benar atau apa saja yang bias dilakukan untuk memperbaiki Usaha atau Bisnis atau Property tersebut, selain itu dia bisa membereskan berbagai hal, dan Indikator-indikator lain yang ada dalam LK yang merupakan checklist pengamanan untuk memastikan agar semua bagian dari Usaha atau Bisnis atau Property berfungsi dengan baik.

– Ketika dia mengamati suatu Investasi dalam Usaha atau Bisnis atau Property, dia juga meletakkan Inveatsi tersebut diatas Laporan Keuangan Pribadinya dan melihat melihat dimana Investasi tersebut Pas, dank arena Investasi adxalah rencana, jadi dia ingin tahu bagaimana Laporan Keuangan dari Usaha atau Bisnis atau Property itu mempengaruhi Laporan KeuanganPribadinya, serta dia ingin tahu apakah Investasinya dalam Usaha atau Bisnis atau Property itu akan membawanya ke Tempat yang ingin Dia Tuju serta dia bias menganalisis bagaimana dia bias membeli Investasi tersebut. Dengan mengetahui angka-angka Laporan Keuangannya, dia tahu apa yang akan terjadi jika dia meminjam uang untuk membeli Investasi tersebut dan dampak jangka panjangnya seimbang dengan pendapatan dan pengeluran untuk membayar utang-utangnya.

– Terakhir, dia ingin tahu apakah Investasinya dalam Usaha atau Bisnis atau Property itu aman dan akan memberinya uang atau membuat dia kehilangan uang dalam jangka pendek, dan jika Investasi tersebut tidak menghasilkan uang dan tidak dapat menemukan alas an tepat mengapa Investasi tersebut tidak dapat mengahsilkan Uang, maka untuk apa dia membelinya, karena Investasi tersebut sangat Riskan atau beresiko.

Selain syarat 3 (tiga) E, yaitu Education, Experience dan Exesive Cash, syarat untuk menjadi Investor kaya raya adalah harus punya Mimpi (Dream), punya dedikasi, dorongan, data dan yang terpenting adalah uang itu sendiri.

Ada 10 (sepuluh) control atau pengendalian seorang Investor, jika Investasinya ingin aman dan tumbuh, yaitu :

a)    Pengendalianatas Diri Sendiri;

b)    Pengendalian atas rasio Pendapatan atau Pengeluran dan Aset atau Liabilitas;

c)    Pengendalian atas Manajemen Investasi

d)    Pengedalian atas Pajak-pajak;

e)    Pengendalian atas Kapan saat yang tepat untuk membeli dan kapan saat yang tepat untuk menjual;

f)     Pengendalian atas transaksi-transaksi pialang atau perantara;

g)    Pengendalian atas ETC (Entity, Timing and Characteristics dari Pendapatan dan Investasi tersebut;

h)   Pengendalian atas Syarat-syarat dan kondisi-kondisi kesepakatan;

i)     Pengendalian atas Akses Informasi;

j)     Pengendalian atas upaya pengembalian pada masyarakat atau redistribusi kekayaan atau zakat serta Infak.

B.  CARA BERINVESTASI FUNDAMENTAL (Warren Buffett)

Untuk bisa berinvestasi dalam Investasi atau saham atau bisnis secara Fundamental sebagaimana Investor Fundamental, Warren Buffett lakukan adalah pertama-tama menganalisis bisnis atau saham dari perusahaan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis atau usaha yang :

1)  Prinsip Dasar Bisnis

a) Bisnis atau Investasi itu Sederhana dan Mudah Dipahami

b) Riwayat Operasi yang Konsisten

c) Prospek Jangka Panjang yang Menguntungkan

2)  Prinsip Dasar Manajemen

a) Rasionalitas

b) Kejujuran

c) Menolak Keharusan(Imperatif) Institusional

3)  Prinsip Dasar Keuangan

a) Pusatkan pada ROE(Return On Equity) bukan Laba per Saham

b) Hitunglah Laba Pemilik(Owner Earnings) untuk Mendapatkan Cerminan

Nilai yang Sesungguhnya

c) Mencari Perusahaan yang mempunyai Margin Laba Tinggi

d) Untuk Setiap Uang Rupiah yang Ditahan, Pastikan bahwa Perusahaan atau

Bisnis menghasilkan sedikitnya satu Rupiah Nilai Pasar

4)  Prinsip Dasar Pasar

a) Menentukan Berapa Nilai Bisnis atau Perusahaan atau Investasi yang Akan

Dibeli/Akusisi

b) Dapatkah Bisnis atau Perusahaan atau Investasi ini Dibeli dengan Harga yang

Cukup Rendah dibandingkan Nilainya atau Menarik

About akangheriyana

Im fun. Im cool. Im Confident. Im Akang Heriyana..

2 responses »

  1. Putra Ajay mengatakan:

    thank for your post..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s