Image

Hanya ada satu sukses – Mampu menjalani kehidupan anda dengan cara anda sendiri” (Christopher Morley)

Cara untuk menanggalkan keterbatasan kita adalah salah satunya dengan cara menemukan target atau tujuan kita yang tepat.

Peralatan yang ampuhpun kurang ada gunanya kalau kita tidak tahu untuk apa kita ingin menggunakannya. Misalnya kita bisa menemukan gergaji listrik paling hebat yang pernah ditemukan dan mengembara di hutan. Kalau kita tahu pohon mana saja yang ingin kita tebang dan mengapa, kita memegang kendali atas situasinya. Kalau tidak tahu, kita hanya mempunyai alat yang mengagumkan tetapi percuma.

          Kualitas kehidupan kita tergantung kepada kualitas komunikasi kita. Pada bagian ini, kita akan membicarakan tentang menyempurnakan ketrampilan komunikasi yang memungkinkan kita menggunakan kemampuan-kemampuan kita dengan cara yang paling efektif untuk situasi yang ada. Penting kita untuk mampu memetakan suatu strategi sehingga kita tahu persis kemana kita menuju dan mengetahui hal-hal yang akan membantu kita ke sana.

          Hal utama yang sekarang kita ketahui adalah bahwa apa yang dapat kita perbuat itu tidak ada batasnya. Kunci kita adalah kuasa mempelajari model. Kesempurnaan itu bias diduplikasikan. Kalau orang lain bisa melakukan sesuatu, kita tinggal mempelajari modelnya dengan presisi dan kita pun bisa melakukan hal yang persis sama, entah itu meraih semilyar rupiah, berjalan diatas api, atau mengembangkan hubungan yang sempurna. Bagaimana mempelajari Model ? Pertama kita harus sadari bahwa segala hasil itu dihasilkan oleh serangkaian tindakan yang spesifik. Setiap efek itu ada penyebabnya. Kalau kita produksikan ulang secara persis sama tindakan-tindakan seseorang – baik eksternal maupun internal – Kita pun dapat menghasilkan hasil akhir yang serupa. Kita mulai dengan mempelajari model tindakan-tindakan mental seseorang, mulai dari system kepercayaannya, lalu kita pelajari sintaks mentalnya, dan akhirnya kita tiru fisiologinya. Lakukanlah ketiganya dengan efektif dan anggun, maka kita bisa melakukan boleh dikata apapun.

          Telah kita pelajari, bahwa sukses atau gagal itu dimulai dengan kepercayaan. Entah kita percaya kita bisa melakukan sesuatu atau kita percaya kita tidak bisa, kita benar. Seandainya pun kita mempunyai ketrampilan dan sumber-sumber daya untuk melakukan sesuatu, begitu kita beritahu diri sendiri bahwa kita tidak bisa, kita matikan jalan neurologis yang bisa menjadikannya mungkin. Dan kalau kita beritahu diri sendiri bahwa kita bisa melakukan sesuatu, kita buka jalan yang bisa member kita sumber-sumber daya untuk mencapainya.

Rumusan sukses yang paling hakiki adalah mengetahui hasil akhir kita, kembangkanlah kepekaan sensorik untuk mengetahui apa yang kita dapatkan, kembangkanlah fleksibilitas untuk mengubah perilaku kita hingga kita temukan apa yang efektif, maka kita akan mencapai hasil akhir kita. Dan kalau kita belum juga mendapatkannya, apakah kita gagal? Tentu tidak, seperti nakhoda yang mengemudikan kapal, kita tinggal mengubah perilaku kita hingga kita dapatkan apa yang kita inginkan. Kalau kita berkomitmen terhadap sukses, kita akan menciptakannya.

“Manusia itu bukannya malas. Hanya saja, sasaran-sasaran mereka itu tidak berkuasa, yaitu sasaran-sasaran mereka tidak menginspirasikan mereka” (Anthony Robbins).  

          Suatu hal layak untuk ditambahkan bahwa ada dinamisme yang luar biasa yang terkandung dalam proses ini, yaitu semakin banyak sumber daya yang kita kembangkan, semakin besarlah kuasa kita, semakin kuat kita merasa, semakin kita bisa menggali sumber-sumber daya yang bahkan lebih hebat lagi dan kondisi-kondisi yang bahkan lebih hebat lagi.

          Dalam bukunya, Life Tide, yang diterbitkan tahun 1979, Ahli Biologi Lyall Watson bercerita tentang apa yang terjadi dalam sebuah suku monyet di sebuah pulau dekat Jepang setelah suatu makanan baru, yaitu kentang manis yang baru digali yang tertutup pasir, diperkenalkan ke tengah-tengah mereka. Karena makanan mereka tidak membutuhkan persiapan, monyet-monyet ini enggan makan kentang-kentang kotor tersebut. Lalu seekor monyet memecahkan masalahnya dengan mencuci kentang tersebut di sungai dan mengajari induknya dan teman bermainnya untuk juga mencucinya. Lalu terjadilah sesuatu yang luar biasa. Begitu sejumlah tertentu monyet – kira-kira seratusan – telah mendapatkan pengetahuan ini, monyet-monyet lain yang tidak pernah berhubungan sama sekali dengan mereka, bahkan monyet-monyet yang tinggal di pulau-pulau lainnya, mulai melakukan hal yang sama. Tidak ada cara fisik mereka bisa berinteraksi dengan monyet-monyet semula itu. Tetapi entah bagaimana perlaku ini menyebar. Prilaku tersebut dikenal dengan sebutan “Gejala Monnyet ke-100”.

Di dunia manusia, ada sejumlah kasus dimana individu-individu yang tidak mungkin berhubungan dengan satu sama lain bertindak bersama secara luar biasa. Seorang ahli fisika mendapatkan sebuah ide, dan sekaligus ada tiga ahli fisika lainnya di tempat lain mendapatkan ide yang sama.Bagaimana itu terjadi ? Tidak seorangpun tahu persis, tetapi banyak Ilmuan terkemuka dan periset otak, seperti ahli fisika David Bohm dan ahli biologi Rupert Sheldrake, percaya bahwa ada kesadaran kolektif dari mana kita semua bisa menggali – dan bahwa ketika kita selaraskan diri lewat kepercayaan, lewat focus, lewat fisiologi yang optimal, kita temukan cara untuk menggali kesadaran kolektif ini.

          Tubuh kita, otak kita, dan kondisi kita, adalah ibarat garpu tala yang harmonis dengan tingkat keberadaan yang lebih tinggi itu. Jadi semakin kita selaras, semakin kita dapat menggali pengetahuan dan perasaan yang kaya ini. Sama seperti halnya informasi tersaring kepada kita dari pikiran bawah sadar kita, ia juga bisa tersaring kepada kita dari betul-betul di luar diri kita kalau saja kita berada dalam kondisi yang cukup berakal budi untuk menerimanya. Dan bagian kunci darim proses ini adalah mengetahui apa yang kita inginkan. Pikiran bawah sadar it uterus memproses informasi dengan cara yang sedemikian rupa sehingga mengarahkan kita kea rah tertentu. Bahkan pada tingkatan bawah sadarpun, pikiran itu mendistorsikan, menghapuskan, dan menjeneralisasikan. Jadi sebelum pikiran bisa bekerja dengan efesien, harus kita kembangkan persepsi kita tentang hasil-hasil akhir yang kita antisipasikan.

Ketika pikiran kita menemukan sebuah target, ia bisa focus dan mengarahkan dan focus ulang dan mengarahkan ulang hingga ia capai sasaran yang diniatkannnya sebagaimana di kemukakan oleh Maxwell Maltz dalam bukunya yang berjudul “Psycho-cybernetics”.

Menurutnya lebih lanjut, bahwa kalau ia tidak mempunyai target yang pasti, energinya terbuang percuma. Ibarat orang dengan gergaji listrik paling hebat di dunia, yang tidak tahu mengapa ia berdiri di hutan.

Perbedaan dalam kemampuan orang untuk sepenuhnya menggali sumber-sumber daya pribadinya itu langsung dipengaruhi oleh sasaran-sasaran mereka. Dari hasil studi terhadap para lulusan Yale University pada tahun 1953, diperoleh informasi bahwa lulusan yang mempunyai sasaran tertulis itu jauh lebih kaya, bahagia dan bersuka cita dibandingkan lulusan yang tidak mempunyai sasaran tertulis, dan inilah kuasa penetapan sasaran.

Pernahkah kita mencoba menyusun kepingan teka-teki tanpa melihat gambar yang direpresentasikannya ? Itulah yang terjadi ketika kita berusaha menata kehidupan kita tanpa mengetahui hasil akhir kita. Ketika kita tahu hasil akhir kita, kita beri otak kita gambaran yang jelas tentang informasi apa saja yang diterima oleh system syaraf itu yang perlu diprioritaskan. Kita beri dia pesan yang dibutuhkannya agar efektif.

  “Menang itu dimulai dari awalnya” (Tanpa Nama)

Ada orang – kita semua juga mengenalnya – yang tampaknya terus menerus sesat dalam kabut kebingungannya. Mereka ke sana, lalu ke mari. Mereka coba satu hal, lalu pindah ke hal lain. Mereka tempuh suatu jalan lalu mundur kea rah berlawanan. Masalah mereka sederhana, yaitu mereka tidak tahu apa yang mereka inginkan. Kita tidak mungkin membidik target kalau kita tidak tahu apa target itu.

5 (lima) Aturan dalam merumuskan hasil akhir, yaitu:

1)    Nyatakan hasil akhir kita dengan positif

Katakanlah apa yang kita mau terjadi. Terlalu sering orang menyatakan apa yang mereka mau tidak terjadi sebagai sasaran mereka.

2)    Nyatakanlah sespesifik mungkin

Bagaimanakah kelihatannya hasil akhir kita, kedengarannya, rasanya, aromanya? Libatkan keseluruhan indra kita dalam menggambarkan hasil-hasil yang kita inginkan. Semakin kaya sensorik uraian kita, semakin kita akan memberdayakan otak kita untuk menciptakan hasrat kita. Juga pastikanlah tanggal dan/atau syarat pencapaiannya yang spesifik.

3)    Pastikanlah ada prosedur buktinya 

Ketahuilah bagaimana kelihatannya kita nanti, bagaimana perasaan kita nanti, dan apa yang akan kita lihat dan dengar di dunia eksternal kita setelah kita capai hasil akhir kita tersebut. Kalau kita tidak tahu bagaimana kita akan mengetahui ketika kita telah mencapai sasaran kita, bisa-bisa kita sudah mencapainya. Bisa-bisa kita sudah menang tetapi tetap merasa kalah kalau kita tidak mengetahui skornya.

4)    Peganglah kendali

Hasil akhir kita haruslah diinisiatifkan dan dipelihara oleh kita sendiri. Agar kita bahagia, janganlah tergantung kepada orang lain untuk berubah. Pastikanlah hasil akhir kita mencerminkan hal-hal yang bisa kita pengaruhi secara langsung.

5)    Verifikasikanlah agar hasil akhir kita itu secara ekologi mantap dan baik

Proyeksikanlah ke masa depan, konsekuensi-konsekuensi dari sasaran kita yang sesungguhnya. Hasil Akhir kita haruslah bermanfaat bagi kita maupun sesama kita.

Kita semua punya ide tentang hal-hal yang kita inginkan. Ada yang samar-samar seperti kasih lebih banyak, uang lebih banyak, waktu lebih banyak untuk menikmati kehidupan. Tetapi, untuk memberdayakan biokomputer kita untuk menciptakan hasil, kita perlu lebih spesifik daripada sekedar mobil baru, rumah baru, jabatan yang lebih baik.

Perlu kita putuskan secara sadar apa yang kita inginkan, sebab mengetahui apa yang kita inginkan menentukan apa yang akan kita dapatkan. Sebelum sesuatu terjadi di dunia eksternal kita, itu harus terjadi dulu di dunia internal kita. Ada sesuatu yang agak menakjubkan tentang apa yang terjadi ketika kita mendapatkan representasi internal yang jelas tentang apa yang kita inginkan. Itu memprogram pikiran dan tubuh kita untuk mencapai sasaran tersebut. Untuk melampaui keterbatasan-keterbatasan kita yang sekarang, kita harus terlebih dulu mengalami lebih dalam pikiran kita, maka kehidupan kita akan mengikutinya. Kita ciptakan realita eksternal baru dengan terlebih dulu memprogram otak kita untuk melampaui batas-batas sebelumnya.

Marilah kita meluangkan waktu 1 jam saja untuk menciptakan realita yang lebih besar daripada yang pernah kita alami, lalu akan kita realisasikan realita internal itu secara eksternal.

Penetapan sasaran atau tujuan yang kita inginkan terdiri dari 12 (dua belas) langkah, yaitu :

1)    Mulailah dengan menginventarisasikan impian-impian kita. Kita ingin menjadi apa, kita ingin melakukan apa, kita ingin mempunyai apa, dan kita ingin membagikan apa

Ciptakanlah orang, perasaan, dan tempat yang kita ingin menjadi bagian dari kehidupan kita. Kuncinya adalah berkomitmen untuk menulis tiada henti selama kurang dari 10 sd 15 menit. Jangan coba-coba mendefenisikan bagaimana kita akan mendapatkan hasil akhir ini sekarang. Pokoknya tuliskan saja  Tidak ada batas-batasnya. Gunakan singkatan sebisa mungkin agar kita bisa langsung meneruskan ke sasaran berikutnya. Teruslah menulis. Luangkanlah waktu selama yang kita butuhkan untuk menuliskan sampel dari hasil-hasil akhir yang ada hubungannya dengan pekerjaan, keluarga, hubungan, kondisi mental, emosional, sosial, material, dan fisik serta apapun juga. Raskanlah seperti seorang raja. Ingatlah bahwa segalanya dalam jangkauan kita. Mengetahui hasil akhir kita adalah kunci pertama untuk mencapainya.

Salah satu kunci dalam penetapan sasaran adalah bermain. Biarkan pikiran kita mengembara bebas. Keterbatasan apapun yang kita punyai adalah keterbatasan yang kita ciptakan sendiri. Dimanakah adanya keterbatasan itu ? Hanya di dalam pikiran kita. Jadi setiap kali kita mulai membatasi diri, buanglah keterbatasan itu. Lakukanlah itu secara visual. Bayangkanlah dalam pikiran kita, seorang pegulat melemparkan lawannya ke luar arena, lalu lakukanlah hal yang sama dengan apapun yang membatasi kita. Ambillah kepercayaan-kepercayaan yang membatasi itu dan buanglah, dan sadarilah perasaan bebas sementara kita melakukannya.

2)    Bacalah kembali daftar kita, estimasikanlah kapan kita berharap mencapai hasil akhir tersebut

6 bulan lagikah, 1 tahun, 2 tahun, 5 tahun 10 tahun atau 20 tahun? Akan membantu melihat kerangka waktu untuk mencapainya. Dan perhatikanlah bagaimana jadinya daftar yang kita buat. Ada orang yang menemukan daftar yang mereka buat itu didominasi oleh hal-hal yang mereka ingin kerjakan hari ini. Ada juga yang menemukan impian terbesar mereka jauh di masa depan, dalam periode total pencapaian dan pemenuhan yang dibayangkannya. Kalau semua sasaran kita itu berjangka pendek, kita perlu mulai memandang potensi dan kemungkinan dalam jangka yang lebih panjang. Kalau semua sasaran kita berjangka panjang, kita perlu terlebih dahulu mengembangkan langkah-langkah yang bisa menuntun kita ke arah tersebut. Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah. Dan penting untuk kita sadari langkah-langkah awal maupun langkah-langkah akhirnya.

3)    Ambillah 4 (empat) sasaran terpenting bagi kita tahun ini 

Pilihlah hal-hal terhadap mana kita paling berkomitmen, paling bersemangat, hal-hal yang paling membuat kita puas, dan tuliskanlah. Kita menuliskannya mengapa kita mutlak akan mencapainya. Tuliskanlah dengan jelas, ringkas dan positif. Dan tuliskanlah mengapa kita yakin kita bisa mencapai hasil-hasil akhir itu serta mengapa itu penting.

Kalau kita bisa menemukan alasan yang cukup untuk melakukan sesuatu, kita bisa mendorong kita melakukan apapu, maksudnya untuk melakukan sesuatu itu adalah motivator yang jauh lebih kuat daripada obyek yang kita kejar. Kalau kita punya cukup alasan, kita bisa melakukan apapun. Alasan itulah perbedaan antara sekedar tertatik dengan betul-betul berkomitmen untuk melaksanakan sesuatu. Banyak sekali hal dalam kehidupan ini yang kita katakan kita inginkan, padahal kita hanya tertarik untuk sementara waktu. Kita harus betul-betul berkomitmen terhadap apapun yang dibutuhkan untuk mencapainya. Contohnya, kalau kita hanya mengatakan ingin kaya, itu memang sasaran, tetapi tidak banyak memberikan apa-apa kepada otak kita. Dan kalau kita paham mengapa kita ingin kaya, apa artinya kaya itu nanti bagi kita, kita akan jauh lebih termotivasi untuk sampai kesana. Mangapa kita melakukan sesuatu itu jauh lebih penting daripada bagaimana caranya. Kalau kita dapatkan mengapa yang cukup besar, kita selalu bisa menemukan bagaimana caranya. Kalau kita punya cukup alasan, kita bisa melakukan boleh dikata apapun di dunia ini..

4)    Evaluasikanlah kembali sasaran-sasaran kunci kita menurut ke-5 (lima) aturan untuk merumuskan hasil akhir

Yaitu apakah sasaran kita dinyatakn secara positif? Apakah sasaran kita spesifik menurut indra? Apakah sasaran kita mempunyai prosedur bukti? Uraikanlah apa yang akan kita alami ketika kita mencapainya. Dengan istilah indra yang bahkan lebih jelas lagi, apakah yang akan kita lihat, dengar, rasakan, dan baui? Perhatikanlah juga apakah sasaran-sasaran itu bisa dipelihara oleh anda. Apakah sasaran-sasaran itu baik bagi kita dan sesama? Dan kalau ada salah satu syarat yang dilanggar, sesuaikanlah.

5)    Buatlah daftar sumber-sumber daya penting yang sudah kita punyai

Untuk membangun visi yang memberdayakan tentang masa depan kita, kitapun perlu  tahu peralatan apa saja yang kita punyai. Dan buatlah daftar dari apa yang mendukung kita, yaitu cirri karakter, teman, sumber daya keuangan, pendidikan, waktu, energy, atau dll. Inventarisasikanlah kekuatan,ketrampilan, sumber daya, dan peralatan yang kita punyai.

6)    Fokuslah kepada saat-saat ketika kita gunakan beberapa sumber daya kita itu dengan paling terampil

Temukanlah 3 hingga 5 kali dalam kehidupan kita, ketika kita betul-betul sukses. Ingat-ingatlah saat dalam bisnis atau sport atau urusan keuangan atau hubungan ketika kita melakukan sesuatu dengan sangat baik. Itu bisa apapun mulai dari sukses di apasar saham hingga hari negagumkan dengan anak-anak kita. Lalu tuliskanlah. Uraikanlah apa yang kita lakukan yang membuat kita sukses, kualitas apa saja atau sumber daya apa saja yang kita gunakan secara efektif, dan bagaimana tentang situasinya yang membuat kita merasa sukses.

7)  URAIKANLAH KITA HARUS MENJADI INDIVIDU YANG BAGAIMANA UNTUK MERAIH SASARAN-SASARAN KITA

Akankah itu menuntut disiplin yang kuat, pendidikan tinggi, apakah kita harus mengelola waktu kita dengan baik, dan umpamanya kalau kita ingin menjadi pemimpin warga yang betul-betul menghasilkan perbedaan, uraikanlah tipe orang seperti apa yang terpilih dan betul-betul mampu mempengaruhi banyak orang.

Umumnya, kita mendengar banyak tentang sukses, tetapi kita tidak mendengar sama banyaknya tentang komponen sukses – berupa sikap-sikap, kepercayaan-kepercayaan, dan perilaku-perilaku yang menghasilkannya. Kalau kita tidak menguasai betul komponen-komponennya, kita mungkin akan kesulitan mengutuhkannya, dan cobalah sekarang untuk menuliskan beberapa paragraf atau satu halaman tentang semua ciri karakter, ketrampilan, sikap, kepercayaan, dan disiplin yang perlu kita punyai untuk mencapai segala yang kita inginkan. Dan jangan buru-buru.    

8)  Dalam beberapa paragraf, tuliskanlah apa yang menghalangi kita dari mempunyai hal-hal yang kita inginkan sekarang ini

Salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan yang telah kita ciptakan sendiri adalah mengetahui persis apa saja keterbatasan itu. Bedahlah kepribadian kita untuk melihat apa yang menghambat kita dari mencapai apa yang kita inginkan. Apakah kita tidak membuat rencana ? Apakah kita membuat rencana dan tidak menindaklanjutinya ? Apakah kita berusaha mengerjakan terlalu banyak hal sekaligus atau apakah kita demikian terfokusnya kepada suatu hal sehingga kita tidak mengerjakan yang lain ? Dan dulu, apakah kita membanyangkan skenario yang terburuk lalu membiarkan representasi internal tersebut menghentikan kita dari mengambil tindakan ? Kita semua mempunyai cara-cara untuk membatasi diri sendiri, strategi-strategi kita sendiri untuk gagal, tetapi dengan mengenali strategi-strategi membatasi diri kita sendiri di masa lalu, kita bisa mengubahnya sekarang.

Kita bisa mengetahui apa yang kita inginkan, mengapa kita menginginkannya, siapa yang akan membantu kita, dan banyak hal lainnya lagi, tetapi unsur pentingnya yang ujung-ujangnya menentukan apakah kita sukses mencapai hasil akhir kita adalah tindakan-tindakan kita. Untuk memandu tindakan-tindakan kita, kita harus menciptakan rencana selangkah demi selangkah. Sebagaimana ketika kita akan membangun sebuah rumah, apakah kita keluar begitu saja dan mengambil kayu, paku, palu dan gergaji dan mulai bekerja? Akankah kita mulai menggergaji dan memalu serta melihat bagaimana jadinya nanti ? Akankah itu menuntun kepada sukses? Kecil kemungkinannya. Untuk membangun sebuah rumah, kita butuh cetak birunya, rencananya, kita butuh urutan dan strukturnya, sehingga tindakan-tindakan kita saling melengkapi dan menguatkan. Kalau tidak, kita hanya akan menyambung papan sembarangan. Demikian juga halnya dengan kehidupan kita, jadi sekarang kita perlu menyusun cetak biru kita sendiri untuk sukses.

Apa sajakah tindakan yang perlu kita ambil secara konsisten untuk menghasilkan hasil yang kita inginkan? Kalau kita tidak tahu pasti, renungkanlah seseorang yang bisa kita pelajari modelnya, yang telah mencapai apa yang kita inginkan. Kita perlu mulai dengan hasil akhir kita, lalu mundur, selangkah demi selangkah.

Contohnya kalau salah satu dari hasil akhir utama kita adalah menjadi mandiri secara keuangan, langkah sebelum itu mungkin adalah menjadi presiden perusahaan kita sendiri. Langkah sebelum itu mungkin adalah menjadi wakil presiden atau pejabat penting lainnya. Langkah lainnya mungkin adalah menemukan seorang penasehat investasi yang cerdas dan/atau pengacara pajak untuk membantu kita mengelola uang kita. Penting sekali kita mundur hingga kita temukan sesuatu yang bisa kita kerjakan hari ini untuk mendukung tercapainya sasaran tersebut. Dengan melangkah mundur, selangkah demi selangkah, untuk hasil-hasil akhir dalam segalanya mulai dari bisnis hingga kehidupan pribadi, kita bisa memetakan jalan yang presisi untuk kita ikuti, mulai dari sasaran akhir, hingga apa yang bisa kita kerjakan hari ini.

Dan gunakan informasi terakhir untuk membantu penyusunan rencana kita. Kalau kita tidak tahu bagaimana seharusnya rencana kita, tanyakan pada diri sendiri apa yang menghambat kita dari mempunyai apa yang kita inginkan sekarang ini dan jawabannya terhadap pertanyaan itu pasti adalah sesuatu yang bisa kita ubah segera. Pemecahan masalah tersebut menjadi sub sasaran atau batu loncatan menuju tercapainya sasaran-sasaran kita yang lebih besar.         

9)    LUANGKANLAH WAKTU SEKARANG INI UNTUK MENGAMBIL MASING-MASING DARI KEEMPAT SASARAN KUNCI KITA DAN MENCIPTAKAN DRAF PERTAMA KITA DARI RENCANA SELANGKAH DEMI SELANGKAH TENTANG BAGAIMANA CARA MENCAPAINYA

Ingatlah untuk mulai dengan sasarannya dan bertanya kepada diri sendiri apakah yang harus kita perbuat dulu untuk mencapai sasaran ini ? Atau apakah yang menghambat kita dari mempunyai sasaran ini sekarang, apakah yang bisa kita perbuat untuk mengubah ini ? Dan pastikan rencana-rencana kita mencakup sesuatu yang bisa kita kerjakan hari ini.

10)       TEMUKANLAH BEBERAPA MODEL DAN PELAJARI MODEL SESEORANG YANG TELAH MELAKUKAN APA YANG KITA LAKUKAN

              Mereka bisa orang dari kehidupan kita sendiri atau orang-orang terkenal yang telah meraih sukses besar. Tuliskanlah nama 3 s.d 5 orang yang telah mencapai apa yang ingin kita capai, dan uraikanlah kualitas dan perilaku yang menjadikan mereka sukses. Setelahnya, pejamkanlah mata kita dan bayangkanlah sejenak bahwa masing-masing mereka akan memberi kita nasehat tentang bagaimana cara terbaik untuk mencapai sasaran-sasaran kita. Tuliskanlah satu ide utama yang akan diberikan masing-masing mereka kepada kita seandainya mereka berbicara langsung kepada kita. Mungkin itu adalah bagaimana caranya menghindari hambatan atau menerobos keterbatasan atau apa yang harus diperhatikan atau dicari. Bayangkanlah saja mereka berbicara kepada kita dan tuliskanlah di bawah nama masing-masing, ide pertama yang muncul di benak kita tentang apa yang menurut kita akan disampaikan masing-masing mereka. Walaupun kita mungkin tidak secara pribadi mengenal mereka, lewat proses ini mereka bisa menjadi penasehat yang sangat baik tentang masa depan kita.

Contohnya Adnan Khashoggi mempelajari model Rockefeller, ia ingin menjadi pengusaha sukses yang kaya, maka ia mulai mempelajari model seseorang yang telah melakukan apa yang ingin ia lakukan. Dan boleh dikata semua orang yang pernah menjadi sukses besar itu pernah mempunyai model atau mentor atau guru yang membimbing mereka ke arah yang tepat.

Sekarang kita mempunyai representasi internal yang jelas kemana kita ingin menuju. Kita bisa menghemat waktu dan energi serta menghindari jalan yang keliru dengan mengikuti teladan orang yang telah sukses. Dan yang kita lakukan sejauh ini memberikan sinyal kepada otak kita, membentuk pola hasil-hasil akhir yang ringaks tetapi jelas. Sasaran itu ibarat magnet, sasaran akan menarik segalanya yang menjadikannya kenyataan.

Marilah sejenak kita menyelami sejarah pribadi kita ke saat ketika kita betul-betul sukses dalam sesuatu. Pejamkan mata kita dan bentuklah gambaran yang paling jelas dan paling terang tentang prestasi tersebut. Perhatikanlah apakah gambaran tersebut ada di sebelah kiri atau kanan, di atas, di tengah atau di bawah. Perhatikanlah semua subcaranya – ukurannya, bentuknya, dan kualitas gerakannya, serta jenis suara dan perasaan internal yang diciptakannya. Sekarang renungkanlah hasil-hasil yang telah kita tuliskan hari ini. Bayangkanlah bagaimana kita jadinya seandainya kita sudah mencapai segala yang kita tuliskan hari ini. Tempatkanlah gambaran itu pada sisi yang sama seperti yang tadi dan jadikanlah sebesar dan seterang dan sefokus dan seberwarna mungkin. Perhatikanlah bagaimana perasaaan kita. Kita sudah merasa sangat beda jauh lebih pasti akan sukses daripada ketika baru merumuskan hasil-hasil akhir kita. Lakukan latihan ini secara kontinue sehingga otak kita mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan terang tentang apa yang kita harapkan ia capai. Otak paling tanggap terhadap pengulangan dan perasaan yang mendalam, jadi kalau kita bisa terus mengalami kehidupan kita seperti yang kita inginkan dan kalau kita alami kehidupan ini dengan perasaan yang mendalam dan kuat, kita hampir pasti menciptakan apa yang kita inginkan. Ingatlah jalan menuju sukses itu selalu sedang dalam pembangunan.    

11)      CIPTAKANLAH HARI IDEAL KITA

Siapa sajakah yang akan terlibat? Apakah yang akan kita lakukan ? Bagaimanakah itu akan dimulai ? Kemanakah kita akan menuju ? Dimanakah kita nantinya? Lakukanlah itu semenjak kita bangun hingga menjelang kita tidur. Dalam lingkungan seperti apakah kita akan berada ? Bagaimanakah perasaan kita ketika kita naik ke tempat tidur di akhir hari yang sempurna itu ? Gunakanlah pena dan kertas untuk menggambarkannya secara rinci. Ingatlah semua hasil, tindakan dan realita yang kita alami itu dimulai dari ciptaan dalam pikiran kita, jadi ciptakanlah hari kita seperti yang paling kita inginkan.    

12)      Akhirnya, rancanglah lingkungan terbaik kita

Terkadang kita lupa, bahwa impian itu dimualai dari rumah. Kita lupa bahwa langkah pertama menuju sukses adalah memberi diri sendiri suasana yang memupuk kreatifitas kita yang membantu kita menjadi segalanya sesuai dengan potensi kita. Kita menekankan rasa tempatnya. Lepaskanlah imajinasi kita. Jangan membatasi. Apapun yang kita inginkan adalah apa yang seharusnya kita masukkan. Ingatlah untuk berpikir seperti raja. Rancanglah lingkungan yang akan membangkitkan yang terbaik dari segala kita adanya sebagai seorang individu. Dimanakah akan kita berada ? Peralatan apa sajakah yang akan kita miliki ? Pendukung mana sajakah yang akan ada disekeliling kita untuk memastikan kita mencapai dan menciptakan segala yang kita inginkan dalam kehidupan kita ?

Ingatlah bahwa otak membutuhkan sinyal-sinyal langsung yang jelas tentang apa yang kita mau ia capai. Pikiran kita berkuasa memberi kita segalanya yang kita inginkan. Tetapi ia hanya bisa melakukan itu kalau ia mendapatkan sinyal-sinyal yang jelas, terang, kuat, dan terfokus.

Sebagai penutup, ada kutipan dari Henry Ford yang perlu kita renungkan yaitu :

” Berfikir adalah pekerjaan paling berat di dunia. Itulah mungkin sebabnya, maka demikian sedikit orang yang berfikir”.

About akangheriyana

Im fun. Im cool. Im Confident. Im Akang Heriyana..

3 responses »

  1. hasnil mengatakan:

    hebat.. bagus tulisannya.. tengkyu, akang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s