Jika Anda telah berhasil membangun kastil di udara, karya anda itu tidak perlu dibongkar kembali; karena berarti memang disitulah tempatnya. Sekarang bangunlah fondasi di bawahnya (Henry David Thoreau, Walden).

 

Dewasa ini, semakin banyak orang yang pindah kuadran dari kuadran kiri (Pegawai dan Perusahaan Perorangan/Tenaga Ahli) ke kuadran kanan (Entrepeneur atau Investor) dengan berbekal pengetahuan Perpajakan minim atau tidak tahu sama sekali.

Hal itu bisa kita lihat dari banyaknya Enterpreneur baru atau Investor baru yang memakai jasa konsultan pajak, baik konsultan resmi maupun konsultan freelan.

Pengetahuan Perpajakan bagi Pemilik Bisnis atau Enterpreneur, ibarat dia memakai pengungkit/leverage yang bisa mengkatrol pertumbuhan Bisnis mereka, karena dengan berbekal pengetahuan Perpajakan mereka bisa melihat peluang Bisnis atau Perusahaan atau Property yang menguntungkan dari kacamata Perpajakan khususnya sektor bisnis yang mendapat fasilitas kemudahan baik dari segi perpajakan dan dana, meskipun lokasi Bisnis atau Perusahaan atau Property jauh dari lokasi kita.

SEMAKIN BAIK KITA MEMAHAMI HUKUM PERPAJAKAKAN, kita semakin BAIK dalam MENGANALISIS INVESTASI dan BISNIS yang menguntungkan kita untuk jangka panjang.

PAJAK adalah PENGELUARAN TERBESAR yang kita bayarkan dari Semua Pengeluaran Kita sehari – hari.

Orang Kaya/Makmur dapat BERKELIT/MENGHINDAR dari PAJAK yang dikenakan kepada mereka. Untuk menghindari PAJAK Orang Kaya/Makmur BERLINDUNG DI BAWAH PERUSAHAAN/KORPORASI.

Yang tidak diketahui oleh banyak orang yang tidak pernah mendirikan Perusahaan/Korporasi adalah bahwa Sebuah Perusahaan/Korporasi BUKANLAH SESUATU YANG REAL/TERLIHAT NYATA. Korporasi hanyalah sebuah FILE FOLDER(MAP ARSIP) dengan beberapa dokumen legal didalamnya, tertumpuk di suatu kantor Pengacara yang terdaftar pada kantor Pemerintah/Negara. Ia bukanlah sebuah bangunan besar dengan nama korporasi diatasnya, pabrik/sekelompok Orang. Korporasi/Perusahaan hanyalah sebuah dokumen LEGAL yang menciptakan sebuah BADAN LEGAL TANPA JIWA.Dimana KEKAYAAN ORANG KAYA/MAKMUR DILINDUNGI. (Robert Kiyosaki, 2001, Cash Flow Kudrant : ).

LAPORAN LABA RUGI PRIBADI

PEMASUKAN YANG TERKENA  PAJAK

PEMASUKAN

LAPORAN LABA RUGI KORPORASI/

PT PRIBADI                                                  

PENGELUARAN

PAJAK

PEMASUKAN

ASET

LIABILITIES

PEGELUARAN

PAJAK

(Disadur dari Robert Kiyosaki, 2001, Cash Flow Kudrant : 112).

Orang kebanyakan, melakukan pembelian barang, membayar ongkos sekolah, makan, minum dan lain-lain setelah penghasilan mereka dikenakan PAJAK. Jadi hanya sedikit sisa penghasilan yang bisa dimanfaatkan untuk Investasi/Tabungan.

Pemilik Bisnis atau Investor, karena memahami dan menerapkan Hukum Pajak, melakukan pembelian barang, Rumah, Investasi, membayar ongkos sekolah, makan, minum dan biaya lainnya sebelum penghasilan mereka dikanakan PAJAK. Sehingga Aset/Investasi mereka makin bertambah seiring dengan berlalunya waktu.

Sebagaimana dikemukanan dalam uraian diatas, Perpajakan Identik dengan Melek Financial dan Ketrampilan Penting jika kita ingin berpindah dari kuadran kiri (pegawai dan Perusahaan Perorangan/Tenaga Ahli) ke kuadran kanan (Pengusaha dan Investor). Semakin banyak uang yang menjadi tanggung jawab kita, semakin dibutuhkan Pengungkit/Leverage. Pengetahuan Perpajakan merupakan salah satu Leverage/Pengungkit yang bisa menumbuhkan Bisnis/Usaha kita.

Definisi Pajak menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH adalah :

    “ IURAN RAKYAT kepada KAS NEGARA berdasarkan UNDANG – UNDANG (yang dapat dipaksakan) dengan TANPA MENDAPAT IMBAL JASA (KONTRAPRESTASI) yang secara LANGSUNG DAPAT DITUNJUKAN dan yang DIGUNAKAN untuk MEMBAYAR PENGELUARAN UMUM/RUMAH TANGGA NEGARA”.(Rochmat Soemitro, Prof, Dr,SH, 1988 : 23).

Jadi Pajak mempunyai Unsur :

 1) Iuran dari Rakyat kepada Negara;

 2) Berdasarkan Undang-undang;

 3) Tinpa Imbal Jasa(Kontraprestasi) dari Negara yang secara Langsung dapat ditunjuk;

 4) Digunakan untuk Membayar/membiayai Pengeluaran Umum/Rumah Tangga Negara;

Informasi yang dihasilkan dari Perhitungan Pajak adalah Fakta, bukan Opini.

Kalau kita ingin berhasil di sisi kanan kuadran, yaitu kuadran B dan I, menurut Robert T Kiyosaki dalam bukunya yang best seller ” Cash Flows Quadrant”, kita harus tahu perbedaan antara Fakta dan Opini. Kita tidak bisa begitu saja menerima saran financial seperti yang dilakukan orang-orang di sisi kiri kuadran, sisi E dan S. Kita harus tahu ANGKA-ANGKANYA, FAKTA-FAKTANYA. Dan ANGKA memberitahu kita FAKTA-FAKTANYA. Keselamatan financial kita tergantung pada FAKTA, bukan pada opini bertele-tele seorang teman atau penasehat. (Robert Kiyosaki, 2001, Cash Flow Kudrant :90).

Kebanyakan orang mengalami kesulitan financial karena mereka menghabiskan hidup mereka menggunakan OPINI dan bukan FAKTA ketika membuat keputusan financial, seperti opini rumah adalah aset, nilai real estate selalu naik, saham blue chip adalah investasi terbaik kita, dibutuhkan uang untuk menghasilkan uang, saham selalu mengalahkan real estate, emas adalah aset. (Robert Kiyosaki, 2001, Cash Flow Kudrant : 91).

Pengetahuan Perpajakan merupakan syarat agar kita berhasil di kuadran kanan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang perpajakan, orang kaya bisa menggunakan Peraturan Pepajakan yang dipadukan dengan Pengetahuan Hukum Koorporasi, dan Treatmen Akuntansi, orang kaya bisa menumbuhkan dan mengamankan Aset/Bisnis yang sudah dirintisnya. Dalam kenyataan, satu-satunya hal yang merupakan aset atau liabilitas adalah diri kita sendiri, karena akhirnya kitalah yang membuat emas sebagai aset dan liabilitas.

Banyak orang tertipu karena mereka tidak mengetahui FAKTANYA.

Berjuta-juta orang telah membuat keputusan hidup berdasarkan opini yang diturunkan dari generasi ke generasi .. dan kemudian meraka bertanya mengapa mereka mengalami kesulitan financial. Sebagian besar hidup orang ditentukan oleh opini mereka, bukan oleh fakta. (Robert Kiyosaki, 2001, Cash Flow Kudrant :93 ).

Semakin makmur dan maju suatu negara, semakin rumit peraturan perpajakannya dan semakin mendukung atau memihak para pemilik modal, karena para pemilik modal akan menanamkan investasinya ke negara yang rendah pajaknya dan mudah birokrasinya serta ada insentif dalam penanaman modal, khususnya di bidang perpajakan.

Para Pengusaha yang sukses pada umumnya tahu dan paham tentang Pajak, terutama Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai(PPN). Mereka mahir dalam membuat Perencanaan Pajak dan membaca fakta-fakta yang diwakili oleh angka-angka  hasil Perhitungan Pajak terhadap Bisnis/Usaha mereka.

Para Pengusaha yang sukses selalu menekankan pentingnya Kecerdasan Fiancial. Untuk bisa beroperasi di sisi kanan kuadran atau menjadi B dan I, Mereka harus bisa mengendalikan ke arah mana cash flow mereka mengalir. (Robert Kiyosaki, 2001, Cash Flow Kudrant :80).

Meningkatkan pengetahuan financial seorang Pengusaha atau Wirausahawan, khususnya pengetahuan Perpajakan, mengurangi resiko seorang Pengusaha atau Wirausahawan dan meningkatkan perolehan investasi-investasi seorang Pengusaha atau Wirausahawan.

Di era Informasi ini, negara-negara maju dan berkembang saling berlomba untuk menarik Investor untuk menanamkan modal ke negaranya dengan cara mengurangi tarif pajak, membebaskan bea masuk dan memudahkan prosedur Investasi serta memberikan fasilitas perpajakan kepada para Investor yang mau menanamkan modal ke negaranya.

Pada umumnya para pemilik modal menanamkan modalnya ke negara-negara yang memberlakukan tarif pajak rendah, mudah birokrasinya serta ada jaminan kepastian hukum dan fasilitas kemudahan perpajakan.

Biasanya para pemilik modal mempekerjakan konsultan pajak untuk mengurus masalah perpajakan di suatu negara yang ia akan tuju untuk menanamkan modalnya. Konsultan tersebut bisa konsultan resmi, maupun mereka merekrut seseorang untuk dijadikan karyawan yang mahir untuk masalah pajak di negara yang akan ia tuju menanamkan modalnya. Hal tersebut dilakukan untuk mengamankan aset/investasinya di negara yang bersangkutan, selain dengan asuransi.

Pajak-pajak dari Pemerintah Pusat yang diterapkan di Indonesia terdiri dari :

1)   Pajak Penghasilan (PPh);

2)   Pajak Pertambahan Nilai (PPN);

3)   Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn BM);

4)   Pajak Bumi dan Bangunan (PBB);

5)   Fiskal Luar Negeri;

6)   Bea Materai;

7)   Bea Masuk Import.

Definisi Pajak Penghasilan adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib pajak yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Pajak Penghasilan dibagi lagi menurut jenis penghasilan, wajib pajak dan lokasi penghasilan tersebut diperoleh. Pajak penghasilan terbagi menjadi :

a)    Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh Psl 21);

b)   Pajak Penghasilan Pasal 22 (PPh Psl 22);

c)    Pajak Penghasilan Pasal 23 (PPh Psl 23);

d)   Pajak Penghasilan Pasal 24 (PPh Psl 24);

e)    Pajak Penghasilan Pasal 25 (PPh Psl 25);

f)     Pajak Penghasilan Pasal 26 (PPh Psl 26);

g)   Pajak Penghasilan Pasal 29 (PPh Psl 29).

          Definisi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan atas Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) yang dilakukan di daerah pabean dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaan oleh pengusaha yang menghasilkan Barang Kena Pajak (BKP), mengimport BKP, mempunyai hubungan istimewa dengan pengusaha yang menghasilkan BKP dan pengusaha yang mengimport BKP, bertindak sebagai penyalur utama atau agen utama pengusaha yang menghasilkan BKP dan pengusaha yang mengimport BKP, menjadi pemegang hak atau pemegang hak menggunakan paten dan merek dagang dari BKP, Penyerahan BKP kepada pengusaha kena pajak (PKP) yang dilakukan di daerah pabean dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaan oleh pengusaha yang memilih untuk dikukuhkan menjadi PKP, Import BKP dan Jasa Kena Pajak (JKP), dan Penyerahan Jasa Kena Pajak.

          Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn BM) didefinisikan ” pajak yang dikenakan atas Penyerahan BKP yang tergolong mewah yang dilakukan oleh Pengusaha yang menghasilkan BKP yang tergolong mewah di dalam daerah pabean dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya, dan Import BKP yang tergolong mewah.

          Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah pajak yang dikenakan atas bumi, yaitu permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada di bawahnya dan/atau bangunan, yaitu konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan.

Fiskal Luar Negeri didefinisikan adalah pajak penghasilan yang dipungut atas orang pribadi yang bertolak ke luar negeri yang dilakukan oleh unit pelaksana Fiskal Luar Negeri di pelabuhan atau tempat pemberangkatan yang dapat dikreditkan ke kewajiban pajak wajib pajak yang bersangkutan.

          Bea Materai adalah pajak yang dikenakan atas dokumen, yaitu kertas yang berisikan tulisan yang mengandung arti dan maksud tentang perbuatan, keadaan atau kenyataan bagi seseorang dan/atau pihak-pihak yang berkepentingan.

Bea Masuk Import adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang yang diimport, yaitu barang yang dimasukkan ke dalam daerah pabean Indonesia.

          Perencanaan pajak adalah analisa sistematik atas alternatif-alternatif besarnya pajak yang dibebankan dengan tujuan meminimalkan kewajiban pajak saat ini dan periode pajak mendatang(Cumbley D Larry, Friedmen Jack P, Anders Susan B, 1994).

Prof Dr H Mohammad Zain, Drs, Ak dalam bukunya Manajemen Perpajakan Edisi 3 menyatakan bahwa ”Perencanaan pajak adalah suatu proses yang mendeteksi cacat teoritis dalam ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan tersebut, untuk kemudian diolah sedemikian rupa sehingga ditemukannya suatu cara penghindaran pajak yang dapat menghemat pajak akibat cacat teoritis tersebut”(Mohammad Zain, Prof. Dr, Drs.Ak, Manajemen Perpajakan Edisi 3, 2007 : 54).

Perencanaan Pajak Perusahaan Nasional

Dalam perencanaan pajak di Perusahaan Nasional, yang sering dilakukan adalah :

Ø  Penghindaran tarif pajak tertinggi, baik dengan memanfaatkan bunga, investasi, maupun arbitrase kerugian serta mengusahakan penghasilan yang stabil;

Ø  Percepatan dan penundaan pengakuan pendapatan(terutama untuk PPN) dan biaya-biaya untuk memperoleh keuntungan dari kemungkinan perubahan tarif pajak yang tinggi atau rendah;

Ø  Alokasi pajak ke beberapa Wajib Pajak maupun Tahun Pajak dengan cara menyebarkan penghasilan menjadi penghasilan beberapa wajib pajak dan menyebarkan penghasilan menjadi penghasilan beberapa tahun untuk mencegah penghasilan tersebut termasuk dalam kelas penghasilan yang tarif pajaknya tinggi;

Ø  Penangguhan pembayaran pajak;

Ø  Tax exclusive maximization(misalnya dengan pengaturan tempat melakukan jasa);

Ø  Transformasi pendapatan yang terkena pajak ke pendapatan yang tidak terkena pajak seperti mentransformasikan penghasilan biasa menjadi capital gain jangka panjang;

Ø  Tranformasi beban yang tidak boleh dikurangi pajak ke beban-beban yang boleh dikurangi pajak;

Ø  Mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari ketentuan-ketentuan mengenai pengecualian dan potongan-potongan;

Ø  Penciptaan maupun percepatan beban-beban yang boleh dikurangi pajak;

Ø  Menentukan tambahan modal dan/atau penggantian aset dengan meminimalkan pembayaran pajak atau menangguhkan pembayaran pajak;

Ø  Menggunakan uang hasil pembebasan pengenaan pajak untuk keperluan perluasan perusahaan yang mendapatkan kemudahan-kemudahan;

Ø  Memilih bentuk usaha terbaik untuk operasional usahanya;

Ø   Mendirikan perusahaan dalam satu jalur usaha sedemikian rupa, sehingga dapat diatur secara keseluruhan penggunaan tarif pajak, potensi menghasilkan, kerugian-kerugian dan aset yang dapat dihapus.

Perencanaan Pajak Perusahaan Multinasional

Dalam perencanaan pajak di Perusahaan Multinasional biasanya dikaitkan dengan tujuan manajemen perusahaan multinasional yang meliputi :

a)    Untuk menjamin agar sasaran yang dilaksanakan oleh unit-unit perusahaan multinasional sejalan dengan pencapaian sasaran dari induk perusahaan multinasional secara keseluruhan;

b)   Untuk mengarahkan para manajer unit-unit perusahaan multinasional dalam rangka pengambilan keputusannya seirama dengan tujuan induk perusahaan multinasional, agar tercapai efesiensi dalam alokasi sumber daya, baik antar unit maupun dalam masing-masing unit;

c)    Terdapat ukuran yang seragam untuk menilai prestasi dari semua unit-unit perusahaan multinasional yang bersangkutan;

d)   Untuk memudahkan terlaksananya komunikasi yang paling efektif antar seluruh unit perusahaan multinasional dan induk perusahaan multinasional.

Pada dasarnya perencanaan pajak perusahaan multinasional dilakukan memalui penghindaran pajak(tax avoidance) yang sangat tergantung pada keputusan manajemen tentang proses strategis perencanaan, sistem pengendalian manajemen dan evaluasi kinerja perusahaan multinasional.

Suatu sistem informasi perencanaan pajak dimaksudkan untuk mengurangi beban pajak global yang dibayar oleh perusahaan multinasional.

Prosedur yang lajim dilakukan dalam sistem informsi perencanaan pajak di perusahaan multinasional adalah :

(1)  Menetapkan sasaran perencanaan pajak dalam operasional perusahaan multinasional;

(2)  Mendelegasikan pertanggungjawaban perencanaan pajak tersebut, baik di tingkat pusat/perusahaan induk maupun cabang/anak perusahaan;

(3)  Menentukan operasi yang mana yang akan berdampak terhadap pengenaan pajak, bagaimana dan berapa besar dampak pajaknya;

(4)  Memberikan informasi yang diperlukan bagi penyusunan perencanaan pajak kepada perencana pajak dan para pengambil keputusan;

(5)  Mengevaluasi dampak perencanaan pajak tersebut terhadap strategi perencanaan dan sistem pengendalian manajemen;

(6)  Menentukan berapa harga transfer yang dipilih untuk barang dan jasa yang ditransfer melewati batas negara;

(7)  Penggunaan jenis atau bentuk perusahaan yang dipilih agar beban pajak yang ditanggung minimal dan dapat ditangguhkan

(8)  Memilih negara yang mempunyai kemudahan dan memberikan insentif perpajakan(tax heaven) sebagai tempat untuk Kantor Operasional, Kantor Induk perusahaan(Holding Company), Kantor Pemasaran dan kantor cabang atau anak perusahaan.

About akangheriyana

Im fun. Im cool. Im Confident. Im Akang Heriyana..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s