Membangun Bisnis Besar seperti yang dilakukan oleh para Enterpreneur Besar dan Sukses adalah dengan Membangun Bisnis berdasarkan Segitiga B – I.
Karena tujuan suatu bisnis adalah membeli ASET. Syarat untuk menjadi seorang pemilik bisnis/wiraswasta adalah kemampuan menjual. Kesalahan terbesar yang dibuat banyak orang adalah mereka terlalu keras untuk mengejar uang dan sebagian besar orang tidak maju secara financial karena ketika membutuhkan uang mereka menerima pekerjaan penuh waktu. Jika mereka betul-betul ingin maju, mereka perlu mempertahankan pekerjaan pokok mereka dan memulai bisnis/usaha paruh waktu. Pekerjaan paruh waktu membuat kita terpaku di kuadran E/S, tetapi bisnis paruh waktu memasukkan kita ke kuadran B/I. Kebanyakan perusahaan besar dimulai sebagai bisnis paruh waktu, seperti Microsoft Corp, Mc Donald dan lain-lain.
Alasan utama mengawali suatu bisnis paruh waktu bukanlan untuk membuat suatu produk hebat, alasan nyatanya adalah untuk menjadikan diri kita sendiri seorang pebisnis besar.
Memulai suatu usaha/bisnis di rumah paruh waktu memungkinkan kita mempelajari ketrampilan bisnis yang sangat berharga dalam hal :
1) Ketrampilan berkomunikasi;
2) Ketrampilan memimpin;
3) Ketrampilan membangun tim;
4) Hukum perpajakan;
5) Hukum dagang;
6) Hukum securitas dan lain-lain.
Alasan –alasan kita membangun bisnis :
• Untuk memberi kita uang yang berlebihan(excessive cash flow), sehingga kita mempunyai banyak waktu dan memberinya waktu bebas dan uang ekstra untuk terus berinvestasi dalam aset-aset bebas pajak yang makin lama makin banyak.
• Untuk menjualnya, aset adalah sesuatu yang mengalirkan uang ke dalam saku kita atau bisa dijual kepada orang lain dengan harga lebih tinggi dari harga yang kita beli atau dari uang yang kita investasikan. Jika kita belajar membangun bisnis yang sukses, berarti kita membangun suatu profesi yang hanya pernah dicapai oleh sedikit orang.
• Untuk membangun bisnis dan membawanya ke bursa, membangun bisnis adalah jalan yang paling riskan bagi kebanyakan orang, tapi jika kita terus bertahan dan terus meningkatkan ketrampilan-ketrampilan bisnis kita, potensi kita untuk meraup kekayaan menjadi tidak terbatas.Membangun bisnis dan membawanya ke public adalah profesi seorang ultimate investor/pemegang saham penjual/insiders.
Bentuk Segitiga B – I yang merupakan alat kendali bagi Pemilik Bisnis/Pengusaha adalah seperti bentuk segitiga yang paling bawah adalah misi dari bisnis itu sendiri, dilanjutkan dengan membentuk Tim Work (Tim Kerja) yang solid, dengan kepemimpinan yang dapat diterima oleh semua pihak dalam Tim Work dan pihak lainnya, setelah itu baru diselelenggarakannya Manajemen Kas yang baik, Manajemen Komunikasi yang efektif, manajemen Sistem yang mendukung bisnis dan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, selanjutnya perlu menyelenggarakan manajemen hukum yang melindungi bisnis dan produk serta proses penciptaan produk/bisnis perusahaan dan baru yang terkahir menyelenggarakan manajemen produk yang solid dan dibutuhkan oleh konsumen dan masyarakat luas.
Segitiga B – I mempunyai keampuhan untuk mengubah ide-ide biasa menjadi keberuntungan besar, merupakan panduan mengambil sesuatu ide dan menciptakan suatu ASET, yang mewakili pengetahuan yang diperlukan untuk sukses di Kuadran B dan I atau menjadi Pengusaha/Investor.

MISI
Unsur utama dan paling dasar dari segitiga B – I adalah Misi. Misi adalah pernyataan tentang tugas khusus yang diemban oleh suatu entity/seseorang/pekerjaan/bisnis. Suatu bisnis, pada permulaan memerlukan misi spiritual dan misi bisnis untuk berhasil. Misi adalah unsur terpenting dari segitiga B – I, karena jika misi jelas dan kuat, bisnis itu akan mampu bertahan terhadap berbagai cobaan sebagaimana yang dialami oleh setiap bisnis selama 10 tahun pertmanya. Ketika bisnis makin besar dan melupakan misinya atau misi yang diciptakan untuk itu tidak lagi diperlukan, bisnis itu mulai mati.
Pada awal suatu bisnis, misi dan semangat si Wiraswasta/Pengusaha sangat penting bagi kelangsungan hidup bisnis itu, oleh karena itu semangat dan misi itu harus tetap hidup jauh sesudah si Wiraswasta/Pengusaha itu sendiri meninggal atau bisnisnya mati. Misi suatu bisnis adalah cerminan dari semangat si Wiraswasta/Pengusaha. Banyak Wiraswasta/Pengusaha tidak menjadi pebisnis sejati sampai mereka kehilangan bisnis pertama mereka.
Wiraswasta/Pengusaha yang sukses bekerja dengan ”pekerjaan hidup”, yaitu mereka mencintai pekerjaan mereka dalam pengertian sampai mereka tidak memperhatikan waktu. Pekerjaan hidup mereka itu merupakan hasrat dan misi mereka.
Saya pernah mendengar sebuah sebuah perkataan bahwa komponen utama kesuksesan dini dalam mimpi di masa muda adalah memimpikan sebuah mimpi yang besar(John Alan Appleman).
Kejarlah hasrat anda, maka kesuksesan akan mengikuti anda(Faiez H Seyal).
Kita harus memiliki sebuah mimpi jika akan membuatnya menjadi suatu kenyataan(Denis E Waitley).
Kita harus berani memikirkan sesuatu yang tidak dapat dipikirkan(James W Fulbright).
Tidak ada sesuatu yang bisa menciptakan masa depan selain mimpi. Hari ini berupa utopia, besok menjadi daging dan darah(Victor Hugo).
Masa depan adalah kepunyaan mereka yang percaya akan keindahan mimpi(Eleanor Roosevelt).
Pengusaha/Wiraswasta yang sukses menemukan sesuatu yang sangat mereka cintai, sehingga mereka tidak akan pernah merasa dipaksa untuk bekerja, karena meraka tidak akan pernah lelah dengan sesuatu yang mereka cintai. Pengusaha/Wiraswasta yang meraih kesuksesan luar biasa tidak pernah mengatakan bahwa mereka akan bekerja. Mereka terbiasa pergi untuk cinta, bukan untuk kerja. Setiap hari mereka hidup untuk meraih satu atau sepasang langkah yang lebih banyak menuju mimpi/misi meraka. Pekerjaan mereka adalah hidup mereka.
Semua prestasi terbesar membutuhkan seseorang yang mampu berpikir secara berbeda(Faiez H Seyal).
Jika anda mengejar mimpi, maka anda mengejar kehidupan(Malcom S Forbes).
Di dunia ini, Wiraswasta/Pengusaha yang ingin meraih kesuksesan, umumnya mereka fokus pada kebutuhan-kebutuhan orang lain dan memenuhinya. Misi mereka mendefinisikan manfaat-manfaat untuk orang lain yang akan mengambil haknya dari berbagai usaha, produksi dan pelayanan mereka.Semua Pengusaha/Wiraswasta yang telah meraih kesuksesan luar biasa dalam hidupnya, adalah mereka yang telah menolong orang lain agar hidup lebih baik melalui sesuatu yang berbeda-beda, seperti tranportasi yang lebih baik nyaman dan murah, kesehatan yang lebih baik, hubungan yang lebih baik, makanan yang lebih baik murah dan cepat, dan sebagainya.
Misi tidak pernah dapat menghasilkan uang. Menghasilkan uang bukanlah akhir dari misi, ia adalah sebuah produk sampingan dari misi tersebut. Jika misi kita adalah mendampingi orang lain mengangkat mimpi mereka atau meningkatkan kualitas pribadi mereka dan hidup profesional mereka, maka kita sedang menuju menjadi orang kaya.

TIM WORK
Bisnis adalah olah raga tim dan investasi juga adalah sama olah raga tim. Masalahnya bila berada di kuadran E dan Kuadran I adalah bahwa kita memainkan pertandingan sebagai seorang individu, yang bertanding melawan Tim. Di dunia bisnis yang nyata, para pebisnis bekerja sama pada saat ujian, dan di dunia bisnis setiap hari adalah hari ujian.
Pelajaran tentang Teamwork sangat menentukan dan kerja tim adalah salah satu kunci utama menuju kesuksesan financial.
Dalam Bisnis, kesuksesan datang dari menjalani ujian sebagai suatu Tim, bukan sebagai seorang Individu. Jika sampai pada masalah Investasi, sebaiknya kita berinvestasi sebagai anggota Tim. Dan jika seseorang ingin menjadi Sophisti-cated Investor dan diatasnya, kita harus berinvestasi sebagai sebuah Tim.
Tim Work Bisnis/Investasi adalah terdiri dari Para Akuntan, Para Pengacara, Para Pialang/Perantara, Para Penasehat Keuangan, Para Agen Asuransi dan para Bankir. Dalam memulai sebuah Bisnis/Investasi, sebaiknya kita memimpikan punya satu tim besar yang penuh dengan Akuntan dan Pengacara yang bekerja penuh waktu/purna waktu, sehingga kita memiliki perahu Bisnis/Investasi besar dan Waktu luang, dan itu hanya masalah prioritas. Orang-orang yang bermain aman/tidak membangun Bisnis/Investasi, tidak mendapatkan pendidikan terbaik di dunia ini dan gagal memperoleh pengalaman dunia nyata yang tidak ternilai serta gagal mendapatkan pendidikan terbaik di dunia ini, yaitu pendidikan yang datang dari Tim Penasehat dan mereka menyia-nyiakan waktu mereka yang sangat berharga, khususnya jika mereka makin menua.
Perbedaan antara Bisnis Kuadran B dan Bisnis Kuadran S adalah Tim Work. Tim Work adalah orang-orang dari berbagai tipe yang berlainan, yang mempunyai ketrampilan yang berlainan, yang berkumpul untuk bekerja sama memikirkan Bisnis/Investasi. Salah satu hal yang pertama kali kita perhatikan sebagai seorang Investor/Pebisnis terhadap Bisnis/Investasi adalah Tim di belakang Bisnisnya/Investasinya.
Dalam menganalisis Bisnis/Investasi pertama-tama selidiki Tim yang ada di Struktur Manajemen, ada tidak Orang yang berpengalaman di Tim tersebut membawa Perusahaan/Bisnis ke Publik, dan angka Rencana Bisnis ”Gaji/Tunjangan TIM Manajemen. Investor/Pebisnis yang cerdik berinvestasi dalam manajemen, mereka mengamati Tim Manajemen dalam Bisnis/Investasi yang disodorkan dan ingin melihat pengalaman, semangat dan Komitmennya.

KEPEMIMPINAN
Tugas seorang Pemimpin adalah membuat orang-orang tampil sebaik mungkin, bukan menjadi yang terbaik. Jika Kita adalah orang yang paling pintar di Tim Bisnis Kita, Bisnis kita dalam kesulitan. Cara untuk mendapatkan ketrampilan-ketrampilan Kepemimpinan adalah lebih banyak mengajukan diri sebagai sukarelawan.
Ada 5 macam Tipe Pemimpin, Yaitu
• Pemimpin yang dicintai;
• Pemimpin yang dipercaya;
• Pemimpin sekaligus sebagai Pembimbing;
• Pemimpin yang Berkepribadian;
• Pemimpin yang Abadi
Pemimpin sejati tidak dilahirkan, melainkan Pemimpin sejati ingin menjadi pemimpin dan bersedia dilatih sebagai Pemimpin, dan berlatih berarti menjadi berjiwa cukup besar untuk menerima umpan balik korektif. Seorang Pemimpin sejati tahu kapan harus mendengarkan orang lain.
Peranan Pemimpin adalah perpaduan antara Pemimpi, Pemamdu Sorak dan Mandor Lapangan, dengan penjalasan sebagai berikut :
• Pemimpin berperan sebagai Pemimpi, berarti bahwa Pemimpin harus menjaga fokusnya pada Misi Perusahaan/Bisnis/Institusi.
• Pemimpin berperan sebagai Pemandu Sorak, berarti bahwa Pemimpin harus menyemangati Tim Worknya sewakti Tim tersebut bekerja bersama-sama untuk mewujudkan Misi dan mengumumkan keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai sepanjang jalan.
• Pemimpin berperan sebagai Mandor Lapangan, bererti bahwa Pemimpin harus mampu membuat keputusan-keputusan tegas berkenaan dengan masalah-masalah yang mengalihkan perhatian Tim dari Pencapaian Misinya.

MANAJEMEN ARUS KAS
Manajeman Arus Kas adalah salah satu ketrampilan esensial dan fundamental bagi seorang Wiraswasta/Enterpreneur, jika mereka ingin sukses di Kuadran B dan I. Melek Finansial memungkinkan mereka untuk membaca angka-angka, dan angka-angka menceritakan Bisnis/Investasi yang mereka miliki dan ingin mereka miliki berdasarkan fakta-fakta. Sungguh mengejutkan untuk melihat usaha yang bagus dan sempurna ambruk hanya karena para pemiliknya tidak melek finansial.
Banyak pemilik usaha kecil gagal karena mereka tidak tahu perbedaan antara profit dan arus kas, akibatnya banyak sekali bisnis yang sangat menguntungkan akhirnya bangkrut, karena mereka tidak sadar profit dan arus kas itu tidak sama. Manajemen Arus Kas sangat penting bagi Enterpreneur/Wiraswasta/Pemilik Bisnis, karena mereka perlu melihat kedua tipe arus kas jika mereka ingin sukses, yaitu arus kas aktual dan arus kas bayangan, dan kesadaran mengenai ke dua jenis arus kas inilah yang menjadikan orang kaya/makmur atau miskin. Semakin sering kita memainkan arus kas aktual dan arus kas bayangan, semakin kaya kita, karena pikiran kita mulai merasakan arus kas bayangan yang sering kali tidak kasat mata. Kemampuan menjalankan perusahaan/Investasi berdasarkan Laporan-laporan Keuangan adalah salah satu perbedaan utama antara Pemilik Bisnis Kecil dan Pemilik Bisnis Besar. Arus Kas bagi suatu Bisnis/Investasi ibarat darah bagi tubuh manusia.

MANAJEMEN KOMUNIKASI
Semakin baik kita berkomunikasi dan semakin banyak orang yang kita ajak berkomunikasi, maka akan makin baik pula arus kas Bisnis/Investasi Kita. Untuk menjadi komunikator yang baik, pertama-tama kita harus bagus dalam psikologi. Manusia dan kita tidak pernah tahu apa yang memotivasi orang-orang, oleh karena itu kita harus tahu tombol mana yang harus ditekan, karena lain orang punya lain tombol. Banyak orang yang pandai berbicara, tetapi hanya sedikit orang yang mau mendengarkan. Dunia ini penuh dengan produk-produk hebat, tetapi uangnya mengalir ke Komunikator yang terbaik. Uang yang mengalir masuk ke dalam Bisnis/Investasi kita berbanding langsung dengan komunikasi yang mengalir ke luar. Pada umumnya terdapat siklus enam mingguan antara komunikasi dan arus kas, karena jika kita menghentikan komunikasi hari ini, maka dalam enam minggu kita niscaya akan melihat dampaknya pada arus kas kita.
Kebijakan umum untuk baik dalam berkomunikasi, seharusnya kita diusahakan untuk menghadiri 1 seminar komunikasi tiap tahun, dan biasanya setelah kita menghadiri seminar, pendapatan kita meningkat.
Ketrampilan-ketrampilan komunikasi yang perlu dipelajari dan dikuasai oleh seorang wiraswasta/enterpreneur adalah :
• Penjualan;
• Sistem-simtem Pemasaran;
• Periklanan, Penulisan Judul dan Penulisan Iklan;
• Negosiasi;
• Bicara di depan umum(Public Speaking);
• Periklanan via Pos, Televisi, Radio dan Internet;
• Penyelenggaraan Seminar(Event Organiser);
• Menggalang Dana.
Mengumpulkan Modal adalah tugas terpenting sang Wiraswasta/Enterpreneur, maksudnya sang Wiraswasta/Enterpreneur harus selalu memastikan agar modal mengalir masuk, entah lewat Penjualan, Pemasaran Langsung, Penjualan Privat, Penjualan Institutional, Para Investor dan lain-lain. Sampai system Bisnis terbangun, sang wiraswasta/enterpreneur sendirilah yang bertindak sebagai System yang menjaga agar uang selalu mengalir masuk. Pada awal mula setiap bisnis, menjaga masuknya uang adalah tugas terpenting sang Wiraswasta/Enterpreneur. Jika kita ingin jadi seorang kuadran B/I, ketrampilan pertama kita adalah mampu berkomunikasi dan berbicara dengan bahasa ke 3(tiga) kuadran yang lain. Tugas utama dan mungkin satu-satunya dari seorang kuadran B/I adalah berkomunikasi dengan orang-orang di kuadran lain.
Jika suatu bisnis mempunyai pemasaran yang kuat dan menyakinkan, maka penjualan akan datang dengan mudah.

MANAJEMEN SISTEM
Suatu Bisnis/Investasi adalah suatu sistem kompleks yang terdiri dari sub sistem – sub sistem lintas operasi, seperti sub sistem penjualan, produksi, akuntansi, operasi dan lain-lain dan saling tergantung satu sama lain bekerja untuk mencapai tujuan/misi tertentu dari suatu Bisnis/Investasi tersebut. Agar Bisnis/Investasi bisa berkembang, individu harus bertanggung jawab terhadap masing-masing sistem dan seorang Direktur Umum bertugas memastikan agar semua sistem beroperasi sampai kapasitas tertinggi mereka. Tiap kali membaca Laporan Keuangan, kita seperti seorang pilot di kokpit pesawat yang membaca panel-panel meteran dari semua sistem operasi, jika salah satu sistem mulai terganggu, prosedur-prosedur darurat harus dijalankan. Begitu banyak bisnis pemula atau bisnis kuadran s gagal, karena operator sistemnya mempunyai terlalu banyak sistem untuk dipantau dan dipelihara.
Real Estate adalah Investasi yang bagus sebagai bekal memulai Bisnis, sebab Investor rata-rata menangani semua sistem secara serampangan, dan karena Real Estate cukup stabil, hal itu memberi si Pebisnis baru waktu lebih banyak untuk mengoreksi berbagai hal jika ada sesuatu yang mulai tidak beres. Belajar mengelola Property selama 1 atau 2 tahun mengajarkan pada kita ketrampilan-ketrampilan manajemen bisnis yang sangat bagus. Bank umumnya akan meminjamkan uang kepada kita, ketika kita mempunyai sistem yang stabil dan memiliki nilai serta ketika kita menunjukan bahwa uang pinjamannya akan kembali. Pebisnis/Wiraswasta yang baik bisa mengelola berbagai sistem secara efektif tanpa menjadi bagian dari sistem itu.
Sistem Bisnis/Investasi sejati sangat mirip dengan sistem yang ada pada mobil, mobil tidak tergantung pada hanya 1 orang untuk mengendarainya, siapapun yang tahu cara mengendarai mobil bisa mengendarainya, hal yang sama berlaku bagi Bisnis Kuadran B/I. Ingatlah selalu bahwa Seorang Kuadran B mendapatkan uang lebih banyak dari para Investor karena para Investor berinvestasi dalam sistem-sistem yang bagus dan orang-orang yang mampu membangun sistem-sistem bagus.
Investor umumnya tidak suka berinvestasi dalam bisnis-bisnis yang sistemnya pulang ke rumah setiap malam. Peranan CEO adalah mengawasi semua sistem dan mengidentifikasi kelemahan sebelum kelemahan itu berubah menjadi kegagalan sistem. Disetiap tingkat pertumbuhan baru, CEO harus mulai merencanakan sistem-sistem yang dibutuhkan untuk mendukung tingkat pertumbuhan berikutnya.

MANAJEMEN HUKUM
Diabad Informasi ini, para pengacara Property Intelektual/Pengacara Kontrak termasuk diantara para penasehat terpenting kita, karena mereka membantu menciptakan aset-aset kita yang paling penting. Para Pengacara, jika mereka bagus, akan melindungi ide-ide dan penjanjian-perjanjian kita dari bandit-bandit intelektual, yaitu orang-orang yang mencuri ide-ide kita dan juga keuntungan-keuntungan kita.
Contoh-contoh Pebisnis yang mampu melindungi ide-ide adalah sebagai berikut :
• Bill Gates menjadi orang terkaya hanya dengan 1 ide, dan dia hanya mengambil informasi serta melindungi informasi tersebut.
• Aristotle Onassis menjadi raksasa perkapakan dengan sebuah dokumen legal sederhana, yaitu sebuah kontrak dari perusahaan manufaktur besar yang memberi jaminan pada dia akan hak-hak eksklusif untuk mengangkut muatannya ke seluruh penjuru dunia. Dia hanya memiliki dokumen tersebut dan tidak memiliki kapal, namun dengan dokumen tadi ia mampu meyakinkan bank-bank agar meminjamkan uang untuk membeli kapal-kapal dan dia dapat kapal dari pemerintah USA. Untuk membeli kapal harus warga negara USA, maka dengan memahami hukum-hukum kuadran B, Onassis membeli kapal-kapal dengan menggunakan perusahaan USA yang dia kontrol.
Banyak bisnis telah dimulai dan bertahan hidup hanya dengan secarik kertas. Beberapa dari aset paling berharga yang bisa kita miliki adalah aset-aset tidak berwujud yang disebut Paten, Merek Dagang dan Hak Cipta.
Melesensikan hak-hak kita pada pihak ketiga adalah salah satu contoh sempurna tentang aset yang bekerja untuk kita.
Mendapatkan Penasehat Hukum yang kompeten adalah sangat penting tidak hanya sewaktu kita sedang membangun bisnis kita, tetapi juga sebagai bagian yang berkelanjutan dari Tim Penasehat kita.
Beberapa bidang spesifik dimana nasehat hukum yang tepat bisa membantu kita menghindari kemungkinan timbulnya berbagai masalah dalam aspek legal suatu bisnis :
• Korporat Umum, yaitu meliputi pilihan entitas bisnis, perjanjian jual beli, lisensi bisnis, kepatuhan pada peraturan, kontrak sewa/pembelian kantor.
• Hukum-hukum Konsumen, yaitu meliputi syarat kondisi penjualan, direct mail, hukum pertanggungjawaban produk, kebenaran dalam hukum periklanan, hukum lingkungan.
• Kontrak-kontrak, yang meliputi kontrak dengan pemasok, pelanggan grosir, karyawan, peraturan perdagangan, jaminan, yurisdiksi.
• Property Intelektual, yaitu meliputi perjanjian kekaryaan, perjanjian kerahasiaan, hak cipta, mask works, paten, merek dagang, pemberian lisensi property intelektual.
• Hukum-hukum Tenaga Kerja, yaitu meliputi masalah Sumber Daya manusia, perjanjian karyawan, pertikaian karyawan, kompensasi pekerja.
• Sekuritas dan Instrumen Utang, yaitu meliputi pembelian dan penyewaan peralatan, dokumen pinjaman, penempatan dana pribadi, IPO.
• Masalah-masalah Pemegang Saham, yaitu meliputi peraturan perusahaan, wewenang dewan komisaris, penerbitan saham, merger dan akusisi, spin – offs.

MANAJEMEN PRODUCT
Produk Perusahaan, yang dibeli dari perusahaan adalah aspek penting terakhir dalam segitiga B – I, dan produk bisa berupa item yang berwujud fisik seperti humberger atau tidak mempunyai wujud fisik seperti jasa konsultan. Ketika mengevaluasi bisnis/Investasi, banyak investor rata-rata memusatkan perhatian pada produknya dan bukan pada bagian-bagian bisnis itu. Produk adalah bagian paling tidak penting untuk dicermati ketika mengevaluasi suatu perusahaan.
Berpikir bahwa suatu produk atau jasa yang lebih baik adalah yang paling penting biasanya merupakan pemikiran orang-orang kuadran S dan E, karena menjadi yang terbaik atau berkualitas terbaik adalah penting untuk kesuksesan.
Kuadran B dan I berpikir bahwa bagian terpenting dari suatu bisnis baru adalah Sistem di belakang Produk atau Idenya atau Sisa Segitiga B – I.
Belajar membangun suatu Bisnis menurut Model Segitiga B – I menanggung resiko tinggi, banyak orang mencobanya dan hanya sedikit yang berhasil. Tetapi meskipun ada resiko tinggi pada awalnya, jika kita belajar bagaimana membangun bisnis-bisnis dengan Model Segitiga B – I, potensi pendapatan kita tidak terbatas. Bagi orang-orang yang tidak bersedia menanggung resiko tersebut, mereka yang tidak ingin mendaki kurva Pembelajaran yang terjal itu, dan resiko mereka mungkin lebih rendah, begitu pula pendapatan mereka seumur hidup. Dengan menjalani semua kesalahan, kerugian dan pembelajaran membangun Bisnis berdasarkan Segitiga B – I, setiap kesalahan adalah pengalaman belajar yang sangat berharga dan pengalaman membangun watak. Pada permulaan membangun bisnis berdasarkan Segitiga B – I resikonya memang sangat tinggi, tetapi jika kita tabah dan terus belajar, imbalan-imbalannya akan tidak terbatas.
Pebisnis/Wiraswasta sukses seperti Henry Ford, Thomas A Edison, Bill Gates dll memperoleh kekayaan mereka dengan cara mereka menemukan semangat dan misi mereka, membangun sebuah Bisnis, dan mengijinkan orang-orang lain berbagi dalam impian-impian mereka, resiko-resiko mereka dan imbalan-imbalan mereka. Kebahagiaan sejati tidak diperoleh lewat pemuasan diri, melainkan lewat kesetiaan pada suatu tujuan mulia(Helen Keller).
Segitiga B – I itulah yang memberi bentuk pada ide-ide kita, dan pengetahuan tentang segitiga B – I itulah yang memungkinkan seseorang menciptakan suatu Aset yang membeli Aset-aset lain. Umumnya Bisnis gagal disebabkan karena kegagalan salah satu sektor atau lebih dari Segitiga B – I. Setelah kita pandai mengambil ide-ide, membangun Segitiga B –I di sekitar ide tersebut, orang-orang akan mendatangi kita dan menginvestasikan uang mereka dengan kita dan kemudian akan kita buktikan bahwa untuk meraup uang tidak perlu uang, karena orang akan memberi kita uang untuk menciptakan uang bagi kita dan bagi mereka. Daripada sepanjang hidup bekerja demi uang, kita akan lebih baik jika menciptakan aset-aset yang menciptakan uang yang makin lama makin banyak. Sebenarnya ada sebuah Segitiga B – I di dalam diri kita masing-masing, dan tiap kali kita menemukan seseorang/keluarga/perusahaan/kota/negara yang menghadapi kesulitan financial, itu berarti bahwa salah satu segmen atau lebih dari Segitiga B – I tidak ada atau tidak selaras dengan bagian-bagian yang lain. Alasan unik untuk kita mulai menguasai Segitiga B – I adalah begitu kita menguasai seni membangun bisnis berdasarkan Segitiga B – I, kita akan tahu bahwa semakin sedikit kita bekerja, semakin ada banyak uang yang akan kita dapatkan dan semakin berharga pula apa yang sedang kita bangun. Agar kita bisa makmur/kaya, kita perlu belajar membangun bisnis berdasarkan Segitiga B – I dan menyelaraskan Sistem-sistem dalam Bisnis tersebut yang bisa bekerja tanpa kita.
Jika kita ingin menjadi orang yang menciptakan Aset-aset yang membeli Aset-aset lain, kita perlu mencari cara-cara untuk bekerja lebih sedikit sehingga kita bisa menghasilkan lebih banyak. Dan Segitiga B – I mewakili serangkaian sistem yang didukung oleh suatu Tim dengan seorang Pemimpin yang kesemuanya bekerja mewujudkan suatu Misi bersama, jika salah satu anggota tim lemah atau sempoyongan, seluruh keberhasilan perusahaan bisa terancam. Uang selalu mengikuti manajemen, jika salah satu fungsi manajemen di kelima tingkat Segitiga B – I lemah, perusahaan akan lemah.
Beberapa dari Investasi dan Bisnis terbaik adalah Investasi atau Bisnis yang justru kita jauhi,dan jika salah satu dari kelima level segitiga B – I lemah, dan manajemen tidak siap untuk memperkuatnya, paling baik adalah menjauhi Investasi atau Bisnis tersebut. Sekarang dengan adanya Komputer Pribadi dan Internet telah menjadikan Segitiga B – I lebih luas tersedia, lebih terjangkau dan lebih praktis bagi tiap orang.Dan dengan hanya bermodalkan Komputer/Leptop, kemampuan Otak, sambungan tepelon, sedikit pendidikan dalam ke 5 aspek dari Segitiga B – I, maka dunia ini bisa menjadi milik kita. Jika kita ingin menjadi Enterpreneur/Wiraswasta yang membangun Bisnis-bisnis yang sukses atau berinvestasi dalam Bisnis, seluruh Segitiga B – I Bisnis kita harus kuat dan saling bergantung, sehingga bisnis akan tumbuh dan berkembang.
Jika kita seorang pemain Tim, tika tidak harus menjadi seorang pakar di setiap level Segitiga B – I, yang diperlukan hanya menjadi salah satu bagian dari Tim dengan Visi yang Kuat, Misi yang kuat dan Ketegaran. Suatu Bisnis dengan Misi yang jelas, pemimpin yang bertekad kuat, dan Tim yang bermutu serta terpadu mulai terbentuk ketika bagian-bagian Segitiga B I nya menyatu menjadi tidak Dimensional dan berubah menjadi Tetrahedron dann titik penyempurnaannya dicapai dengan memasukkan Integritas(Keutuhan,Keseluruhan, kondisi yang sempurna dan Kesehatan, kejujuran, ketulusan) akan menciptakan Bisnis yang Lengkap, Utuh dan Sehat.
100_0867

About akangheriyana

Im fun. Im cool. Im Confident. Im Akang Heriyana..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s