Manusia bukanlah Makhluk Ciptaan Keadaan. Keadaan itulah Makhluk Ciptaan Manusia (Benjamin Disraeli)

 

Para Pengusaha yang sukses dan Investor sukses, khususnya Investor Fundamental pada umumnya tahu dan paham tentang Pajak, terutama Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai(PPN). Mereka mahir dalam membuat Perencanaan Pajak dan membaca fakta-fakta yang diwakili oleh angka-angka  hasil Perhitungan Pajak terhadap Bisnis/Usaha mereka, apakah pajak tersebut meringankan dan menjadi pengungkit/leverage bagi usaha/bisnis mereka atau pajak tersebut memberatkan dan menjadi penghambat bagi usaha/bisnis yang mereka jalankan.

Para Pengusaha yang sukses dan Investor sukses selalu menekankan pentingnya Kecerdasan Fiancial. Untuk bisa beroperasi di sisi kanan kuadran atau menjadi B dan I, Mereka harus bisa mengendalikan ke arah mana cash flow mereka mengalir. (Robert Kiyosaki, 2001, Cash Flow Kudrant : 24).

Meningkatkan pengetahuan financial seorang Enterpeneur atau Wirausahawan atau Investor, khususnya pengetahuan Perpajakan, mengurangi resiko seorang Pengusaha atau Wirausahawan atau Investor dan meningkatkan perolehan investasi-investasi yang mereka tanamkan atau usahakan.

Di era Informasi ini, negara-negara maju dan berkembang saling berlomba untuk menarik Enterpreneur/Investor untuk menanamkan modal ke negaranya dengan cara mengurangi tarif pajak, membebaskan bea masuk dan memudahkan prosedur Investasi serta memberikan fasilitas perpajakan kepada para Investor yang mau menanamkan modal ke negaranya.

Pada umumnya para pemilik modal (baik Entrepreneur maupun Investor), menanamkan modalnya ke negara-negara yang memberlakukan tarif pajak rendah, mudah birokrasinya serta ada jaminan kepastian hukum dan fasilitas kemudahan perpajakan.

Biasanya para pemilik modal tersebut mempekerjakan konsultan pajak untuk mengurus masalah perpajakan di suatu negara yang ia akan tuju untuk menanamkan modalnya. Konsultan tersebut bisa konsultan resmi, maupun mereka merekrut seseorang untuk dijadikan karyawan yang mahir untuk masalah pajak di negara yang akan ia tuju menanamkan modalnya. Hal tersebut dilakukan untuk mengamankan aset/investasinya di negara yang bersangkutan, selain dengan asuransi.

Perencanaan pajak adalah analisa sistematik atas alternatif-alternatif besarnya pajak yang dibebankan dengan tujuan meminimalkan kewajiban pajak saat ini dan periode pajak mendatang(Cumbley D Larry, Friedmen Jack P, Anders Susan B, 1994).

Prof Dr H Mohammad Zain, Drs, Ak dalam bukunya Manajemen Perpajakan Edisi 3 menyatakan bahwa ”Perencanaan pajak adalah suatu proses yang mendeteksi cacat teoritis dalam ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan tersebut, untuk kemudian diolah sedemikian rupa sehingga ditemukannya suatu cara penghindaran pajak yang dapat menghemat pajak akibat cacat teoritis tersebut”(Mohammad Zain, Prof. Dr, Drs.Ak, Manajemen Perpajakan Edisi 3, 2007 : 54).

Dalam perencanaan pajak di Perusahaan Nasional, yang sering dilakukan oleh para konsultan pajak dan Enterpreneur/Investor adalah :

  • Penghindaran tarif pajak tertinggi, baik dengan memanfaatkan bunga, investasi, maupun arbitrase kerugian serta mengusahakan penghasilan yang stabil;
  • Percepatan dan penundaan pengakuan pendapatan(terutama untuk PPN) dan biaya-biaya untuk memperoleh keuntungan dari kemungkinan perubahan tarif pajak yang tinggi atau rendah;
  • Alokasi pajak ke beberapa Wajib Pajak maupun Tahun Pajak dengan cara menyebarkan penghasilan menjadi penghasilan beberapa wajib pajak dan menyebarkan penghasilan menjadi penghasilan beberapa tahun untuk mencegah penghasilan tersebut termasuk dalam kelas penghasilan yang tarif pajaknya tinggi;
  • Penangguhan pembayaran pajak, biasanya memanfaatkan fasilitas tax holiday dan fasilitas perpajakan lainnya yang diberikan;
  • Tax exclusive maximization(misalnya dengan pengaturan tempat melakukan jasa);
  • Transformasi pendapatan yang terkena pajak ke pendapatan yang tidak terkena pajak seperti mentransformasikan penghasilan biasa menjadi capital gain jangka panjang;
  • Tranformasi beban yang tidak boleh dikurangi pajak ke beban-beban yang boleh dikurangi pajak;
  • Mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari ketentuan-ketentuan mengenai pengecualian dan potongan-potongan;
  • Penciptaan maupun percepatan beban-beban yang boleh dikurangi pajak;
  • Menentukan tambahan modal dan/atau penggantian aset dengan meminimalkan pembayaran pajak atau menangguhkan pembayaran pajak;
  • Menggunakan uang hasil pembebasan pengenaan pajak untuk keperluan perluasan perusahaan yang mendapatkan kemudahan-kemudahan;
  • Memilih bentuk usaha terbaik untuk operasional usahanya;
  • Mendirikan perusahaan dalam satu jalur usaha sedemikian rupa, sehingga dapat diatur secara keseluruhan penggunaan tarif pajak, potensi menghasilkan, kerugian-kerugian dan aset yang dapat dihapus.

Dalam perencanaan pajak di Perusahaan Multinasional, biasanya para Enterepreneur atau Investor mengkaitkan dengan tujuan manajemen perusahaan multinasional yang meliputi antara lain :

  1. Untuk menjamin agar sasaran yang dilaksanakan oleh unit-unit perusahaan multinasional sejalan dengan pencapaian sasaran dari induk perusahaan multinasional secara keseluruhan;
  2. Untuk mengarahkan para manajer unit-unit perusahaan multinasional dalam rangka pengambilan keputusannya seirama dengan tujuan induk perusahaan multinasional, agar tercapai efesiensi dalam alokasi sumber daya, baik antar unit maupun dalam masing-masing unit;
  3. Terdapat ukuran yang seragam untuk menilai prestasi dari semua unit-unit perusahaan multinasional yang bersangkutan;
  4. Untuk memudahkan terlaksananya komunikasi yang paling efektif antar seluruh unit perusahaan multinasional dan induk perusahaan multinasional.

Pada dasarnya perencanaan pajak perusahaan multinasional dilakukan memalui penghindaran pajak(tax avoidance) yang sangat tergantung pada keputusan manajemen tentang proses strategis perencanaan, sistem pengendalian manajemen dan evaluasi kinerja perusahaan multinasional.

Suatu sistem informasi perencanaan pajak dimaksudkan untuk mengurangi beban pajak global yang dibayar oleh perusahaan multinasional.

Prosedur yang lajim dilakukan dalam sistem informsi perencanaan pajak di perusahaan multinasional yang umum dilakukan oleh Perusahaan milik Enterepeneur atau Investor adalah :

  • Menetapkan sasaran perencanaan pajak dalam operasional perusahaan multinasional;
  • Mendelegasikan pertanggungjawaban perencanaan pajak tersebut, baik di tingkat pusat/perusahaan induk maupun cabang/anak perusahaan;
  • Menentukan operasi yang mana yang akan berdampak terhadap pengenaan pajak, bagaimana dan berapa besar dampak pajaknya;
  • Memberikan informasi yang diperlukan bagi penyusunan perencanaan pajak kepada perencana pajak dan para pengambil keputusan;
  • Mengevaluasi dampak perencanaan pajak tersebut terhadap strategi perencanaan dan sistem pengendalian manajemen;
  • Menentukan berapa harga transfer yang dipilih untuk barang dan jasa yang ditransfer melewati batas negara;
  • Penggunaan jenis atau bentuk perusahaan yang dipilih agar beban pajak yang ditanggung minimal dan dapat ditangguhkan
  • Memilih negara yang mempunyai kemudahan dan memberikan insentif perpajakan (tax heaven) sebagai tempat untuk Kantor Operasional, Kantor Induk perusahaan (Holding Company), Kantor Pemasaran dan kantor cabang atau anak perusahaan.

About akangheriyana

Im fun. Im cool. Im Confident. Im Akang Heriyana..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s